Berita Kaltim Terkini

Aplikasi Jelantara Diklaim Dapat Membantu Restorasi Alam di Kalimantan Timur

Kegiatan Jelantara (Jelajah Nusantara) secara resmi diperkenalkan dalam lokakarya daring bertajuk “Peluncuran Urunan Data Jelantara: Menuju Restorasi

TANGKAP LAYAR
Kegiatan peluncuran Urunan Data Jelantara: Menuju Restorasi Bentang Lahan Berkelanjutan di Kalimantan Timur, Selasa (12/1/2021). Kegiatan tersebut dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Kegiatan Jelantara (Jelajah Nusantara) secara resmi diperkenalkan dalam lokakarya daring bertajuk “Peluncuran Urunan Data Jelantara: Menuju Restorasi Bentang Lahan Berkelanjutan di Kalimantan Timur ” pada Selasa, 12 Januari 2021.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Selasa (12/1/2021).

Kegiatan Jelantara turut mendukung Kalimantan Timur sebagai Provinsi Hijau dengan menyediakan rekomendasi untuk perencanaan restorasi bentang lahan.

Baca juga: Tak Kantongi IMB, Pemkot Balikpapan Didesak Hentikan Pembangunan PT KRN di Teluk Waru

Baca juga: 350 Orang Dimakamkan Secara Protokol Covid-19 di Samarinda, Satgas Minta Warga tak Anggap Sepele

Baca juga: Efektivitas Rapid Test Antigen di Balikpapan, 97,16 Persen Pelaku Perjalanan Udara Gunakan PCR

Dikutip dari siaran pers Pemprov Kaltim, Jelantara adalah kegiatan pengambilan data lapangan secara urun daya, yang saat ini ditujukan untuk identifikasi potensi restorasi lahan dan sebelumnya, kegiatan ini telah diluncurkan di Sumatra Selatan pada November 2020.

Kini aplikasi seluler Urundata dengan kegiatan Jelantara diharapkan dapat mempermudah proses pengambilan data lapangan oleh seluruh elemen masyarakat guna membantu perencanaan restorasi di Kalimantan Timur.

Sebelumnya Urunan Data telah memetakan potensi restorasi di tingkat provinsi dan nasional melalui kegiatan ‘Urunan Data Tutupan Lahan Kalimantan Timur dan Urunan Data Potensi Restorasi Nasional’ pada tahun 2019 hingga awal 2020.

Restorasi bentang lahan adalah upaya untuk mengembalikan fungsi ekologi dari lahan yang terdegradasi.

Tujuannya untuk memastikan hutan, pohon, dan berbagai fungsinya direstorasi dan dikonversi di tingkap lanskap (lebih dari tingkat tapak) dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bermukim di lokasi tersebut.

Sebagai salah satu aspek penting dalam menjaga kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati serta kesejahteraan masyarakat, restorasi berkaitan erat dengan berbagai kebijakan nasional terkait perubahan iklim (Nationally Determined Contribution dalam kerangka United Nations Framework Convention on Climate Change) dan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals).

Dalam perencanaan dan pelaksanaannya, restorasi bentang alam membutuhkan peran serta banyak pihak.

Data lapangan yang akurat merupakan salah satu modal utama dari perencanaan restorasi bentang lahan yang tepat guna, namun pengumpulan data ini sering kali memakan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit.

Aplikasi penghimpun data seperti Urundata dan kegiatan Jelantara akan membantu proses pengumpulan data menjadi lebih efisien dan efektif, dengan tetap menggunakan kaidah ilmiah.

“Melalui Jelantara, masyarakat di sekitar lokasi penelitian dapat turut serta mengambil data lapangan dengan telepon seluler mereka. Hal ini diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi khalayak umum untuk berkontribusi dalam perencanaan restorasi.

Di samping itu, keterlibatan masyarakat akan menghemat waktu, tenaga, dan biaya yang dibutuhkan dalam proses pengumpulan data,” ujar Hultera, perwakilan konsorsium RESTORE+ yang memprakarsai aplikasi Urundata dikutip dari siaran pers Pemprov Kaltim.

Selaras dengan Hultera, M. R. Imam Subarkah, STP (Tenaga Teknis, Pro-P2KPM Kabuaten PPU ) menuturkan fasilitator desa/kampung yang sedang melakukan tugas pendampingan di desa bisa berpartisipasi untuk mengambil data lapangan terkait kondisi lahan di desa dampingan mereka melalui aplikasi Jelantara ini.

Pada gilirannya, data tersebut akan diperoleh kembali dalam bentuk informasi-informasi yang sangat membantu fasilitasi pemetaan sosial bersama warga perdesaan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved