Virus Corona di Balikpapan
Efektivitas Rapid Test Antigen di Balikpapan, 97,16 Persen Pelaku Perjalanan Udara Gunakan PCR
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menyetujui penggunaan rapid test antigen di sejumlah negara yang jumlah PCR yang rendah
Penulis: Heriani AM | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menyetujui penggunaan rapid test antigen di sejumlah negara yang jumlah PCR yang rendah.
Rapid test antigen yang disetujui WHO ini karena memberikan hasil yang lebih cepat.
Yaitu hanya butuh 15 sampai 30 menit, lebih mudah, dan biaya yang dikeluarkan juga lebih murah.
Peraturan wajib rapid test antigen melalui bandara di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, juga sudah diberlakukan sejak 4 Januari 2021 lalu.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Kubar Kian Melonjak, Pemkab Kubar Rencana Terapkan PSBB
Baca juga: Terus Bertambah, Kasus Meninggal Dunia Akibat Covid-19 Capai 36 Orang di Bontang
Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Mulai Besok Pemkab Berau Berlakukan WFH 75 Persen
Lalu seberapa efektifkah penerapan aturan baru ini?
Menurut dr Elisabeth Rassi selaku Kassubag Program Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, untuk akurasi pihaknya tetap berpedoman pada WHO.
Proses diagnosa pasti menggunakan RT PCR. Karena PCR ini mendeteksi seluruh keberadaan virus di dalam tubuh.
Rapid test antigen sebagai syarat masuk Kalimantan Timur, turut diberlakukan sejak peningkatan kasus semakin signifikan.
Hal ini sebagai upaya memutus mata rantai virus, dimana juga disumbang oleh pelaku perjalanan.
Baca juga: Lakukan Pendekatan Teknologi, Satlantas Polresta Balikpapan Mutakhirkan Pengawasan di Lajur Rawan
Baca juga: Aksi Penyayang Kucing Balikpapan Cat Lovers, Rutin Beri Makan dan Obat Cacing untuk Kucing Jalanan
Baca juga: PAD Balikpapan Terus Digenjot, 50 Alat Perekam Transaksi Dipasang 2021
Baca juga: Tahun Ini 1.600 PJU Bakal Terpasang di Balikpapan Untuk Cegah Lakalantas dan Kasus Kriminalitas
"Ada beberapa pendapat yang disampaikan oleh dokter spesialis. Termasuk dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Erlina Burhan," mula dr Elisabeth dalam Tribun On Focus 'Efektifkah Rapid Test Antigen dan PSBB Wilayah Cegah Penyebaran covid-19', Senin (11/1/2021).
Diskusi ini dihelat secara daring di kanal YouTube Tribun Kaltim Official, turut menghadirkan Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya S dan Dekan Vokasi K3 Universitas Balikpapan Dr Isradi Zainal sebagai pembicara.
dr Elisabeth menyebut, rapid test antigen lebih akurat dibandingkan rapid test antibodi untuk deteksi virus corona.
"Deteksi keberadaan virus berdasarkan literatur dan jurnal ilmiah, rapid test antigen berada di tengah antara PCR dan antibodi. Rekomendasinya, antibodi digunakan pada saat melakukan penelitian hingga kegiatan yang sifatnya epidemiologi," terangnya.
Baca juga: Aturan Resepsi Nikah di Balikpapan Telah Direvisi, Cek Dua Poin Perubahannya
Baca juga: Kecelakaan di Gunung Sari Ilir, Kasatlantas Polresta Balikpapan Sebut Pejalan Kaki tak Selalu Korban
Baca juga: Update Covid-19 di Balikpapan Hari Ini, Bertambah 103 Kasus Positif Baru
Baca juga: Belum Terima LPj, Pansus Covid DPRD Balikpapan Tunggu Hasil Audit BPK Soal Pemakaian Anggaran 2020
Rapid test antigen bahkan diproyeksikan menggantikan rapid test antibodi. Kedua rapid test sama-sama menghasilkan hasil yang cepat dalam waktu kurang lebih 30 menit.
Perbedaannya, rapid test antigen mendeteksi keberadaan virus SARS-CoV-2 penyebab covid-19, bukan mendeteksi antibodi tubuh terhadap penyakit covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/psbb-wilayah-cegah-penyebaran-covid.jpg)