Selasa, 28 April 2026

Suntik Vaksin Sinovac di Tarakan

Dua Pejabat Gagal Divaksin Sinovac, Ini Penjelasan Jubir Gugus Tugas Covid-19 Tarakan

Adapun dua pejabat yang gagal disuntik vaksin sinovac yaitu Kasdim 0907 Tarakan Mayor Inf Sarwono dan Danlantamal XIII Tarakan Laksamana Pertama

Penulis: Risnawati | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/RISNAWATI
Juru bicara Gugus Tugas Penanganan covid-19 Kota Tarakan, dr Devi Ika Indriarti saat disuntik vaksin sinovac. TRIBUNKALTIM.CO/RISNAWATI 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tarakan, dr Devi Ika Indriarti menyebutkan, ada 2 pejabat yang gagal vaksinasi covid-19.

Adapun dua pejabat yang gagal disuntik vaksin sinovac yaitu Kasdim 0907 Tarakan Mayor Inf Sarwono dan Danlantamal XIII Tarakan Laksamana Pertama TNI Haris Bima Bayuseto.

"Kan ada verifikasi ulang, yang pertama pemeriksaan suhu tubuh, kemudian periksa tekanan darah. Kalau tekanan darahnya lebih dari 140/90 itu ndak bisa diberikan vaksin," ujarnya kepada TribunKaltim.Co, Kamis (14/1/21).

Baca juga: Kronologi Pengeroyokan di Kukar, Bermula dari Berkunjung ke Rumah Wanita, Polisi Masih Buru Pelaku

Baca juga: Rembuk Dengan Timses Andi Harun, Sekda Samarinda Sebut Dana Rp 100 Juta per RT Diakomodir di APBD-P

Baca juga: JADWAL 15 Januari 2021 Jalankan PPKM di Balikpapan, Walikota Rizal Effendi: Saya Minta Menahan Diri

Baca juga: Cerita Tenaga Surveilans Covid-19 di Balikpapan, Diancam Ditembak Hingga Dianggap Penipu

Terkait pantangan, dia mengatakan tidak ada bagi orang yang sudah melaksanakan vaksinasi.

Dia menambahkan, setelah mendapat suntikan vaksin, bisa saja mengalami rasa keram, namun itu hanyalah reaksi bekas suntikan.

Sehingga perlu dikompres menggunakan air dingin.

"Setelah itu, dua hari kemudian kalau memang masih ada (rasa keram) baru dikompres pakai air hangat. Tapi kalau misal mengganggu sekali, bisa dikonsultasikan ke dokter," ucapnya.

Baca juga: Tiga Kali Periksa Tekanan Darah, Sekkot Samarinda Sugeng Chairuddin Disuntik Vaksin Sinovac

Baca juga: NEWS VIDEO 3 dari 10 Tokoh di Kutai Kartanegara Gagal Divaksin

Wanita berambut panjang itu mengatakan, perlu menunggu 30 menit setelah divaksin untuk melihat perkembangan reaksi yang diterima peserta vaksinasi.

Sebelumnya, dr Devi juga telah melaksanakan vaksinasi covid-19. Ia merupakan orang ke 3 di Kota Tarakan yang disuntik vaksin sinovac asal China.

Sebelumnya, secara perdana, vaksinasi covid-19 di Kota Tarakan digelar mulai hari ini, Kamis (14/1/2021).

Baca juga: Tak Masuk Dalam Daftar Penerima Vaksin Sinovac, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie Beberkan Alasannya

Baca juga: Di Mata Najwa, Raffi Ahmad Ungkap Efek Setelah Disuntik Vaksin Sinovac, Sama dengan Ridwan Kamil

Peluncuran vaksinasi covid-19 tahap satu dipusatkan di Puskesmas Karang Rejo Tarakan.

Pantauan TribunKaltim.Co, beberapa pejabat telah disuntik vaksin sinovac.

Diketahui, Kapolres Tarakan, AKBP Fillol Praja Arthadira menjadi orang pertama yang menerima vaksinasi covid-19 di Kota Tarakan.

Baca juga: Kronologi Pengeroyokan di Kukar, Bermula dari Berkunjung ke Rumah Wanita, Polisi Masih Buru Pelaku

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG Balikpapan Rabu 13 Januari 2021, Hujan Ringan Turun Pagi, Siang, Sore dan Malam

Baca juga: Rembuk Dengan Timses Andi Harun, Sekda Samarinda Sebut Dana Rp 100 Juta per RT Diakomodir di APBD-P

Kemudian disusul oleh Kepala Kejari (Kajari) Tarakan, Fatkhuri, dan dilanjut pejabat publik lainnya.

Saat hendak disuntik vaksin, AKBP Fillol tampak santai tanpa rasa grogi, begitu juga dengan Fatkhuri.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved