Jumat, 24 April 2026

Virus Corona di Bontang

Waspada! Penyebaran Covid-19 di Bontang Mengkhawatirkan, Sehari 137 Kasus Baru dan 3 Korban Jiwa

Data rilis terbaru Tim satgas covid-19, per Sabtu (23/01/2020), terdapat penambahan 137 kasus aktif dan tiga orang meninggal dunia.

Penulis: Ismail Usman | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Data terbaru perkembangan kasus covid-19 Bontang.TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG-Tren kasus Virus Corona di Bontang, makin mengkhawatirkan.

Data rilis terbaru Tim satgas covid-19, per Sabtu (23/01/2020), terdapat penambahan 137 kasus aktif dan tiga orang meninggal dunia.

Kini total kasus saat ini telah mencapai 823 kasus, dengan tingkat persentase penyebaran 28,8 persen.

Baca juga: Kasus Covid-19 tak Kunjung Turun, Walikota Balikpapan Sebut PPKM Kemungkinan Diperpanjang

Baca juga: Kebakaran Terjadi di Warung Makan Samarinda, Api Diduga Berasal dari Kompor yang Masih Menyala 

Baca juga: SAH, Pasangan Fahmi-Masitah Jadi Bupati dan Wakil Bupati Paser Terpilih

Ada 96 kasus dengan gejala ringan kini dirawat di rumah sakit.

Sedangkan 727 kasus lainya menjalani isolasi mandiri.

"Iya bertambah, tapi ada kasus sembuh 29 orang," terang juru bicara Tim satgas covid-19 Bontang, Adi Permana. Minggu (24/01/2021).

Baca juga: Gubernur Lantik 236 Pejabat di Lingkup Pemprov Kaltim, Isran Noor: Bekerja Sesuai Amanah

Baca juga: Kisah IRT Edarkan Uang Palsu di Balikpapan, Sudah Belanjakan Rp 800 Ribu, Terancam Dibui 15 Tahun

Sementara, untuk jumlah korban jiwa akibat terpapar virus berbahaya asal Cina ini, mencapai 50 orang.

Dikatakan Adi, pasca pergantian tahun, lonjakan kasus ini disusul meluasnya wilayah masuk daftar zona merah.

Saat ini dari 15 kelurahan di Bontang, kini hanya menyisahkan dua wilayah yang tak masuk dalam daftar zona merah. Yakni Keluraha Bontang Lestari dan Bontang Kuala.

"Ada 13 kelurahan yang masuk zona merah. Diantaranya Tanjung Laut, Satimpo, Gunung Elai, Belimbing, Kanaan, Gunung Talihan, Loktuan, Gunung, Bontang Baru, Api-api, Tanjung Laut Indah, Berbas Pantai, dan Berbas Tengah," bebernya.

Baca juga: Sehari Usai Divaksin Covid-19, Dokter di Palembang Meninggal di Mobil, Diduga Karena Jantung

Baca juga: Disiplin Prokes Ketat, Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo Terinfeksi Corona, Wiku Beber Penyebabnya

Baca juga: Hampir Setahun Pandemi, Tak ada Satupun Suku Baduy Terpapar Covid-19, Ternyata Ini Rahasianya

Ia pun berharap, agar selama penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) bisa dipatuhi.

Menurutnya, kebijakan ini adalah langkah menekan penyebaran covid-19 yang kian hari terus bertambah.

Tak lupa juga ia ingatkan, agar masyarakat tetap menerapkan pola hidup sehat dan bersih.

"Iya harus dipatuhi. Agar kita bisa tekan tren kasus yang kian hari terus bertambah," pungkasnya.

Penulis: Ismail Usman/Editor: Samir Paturusi

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved