Sabtu, 2 Mei 2026

Virus Corona di Balikpapan

Evaluasi PPKM di Balikpapan Pasca 2 Minggu Berjalan, Kadinkes Sebut Jumlah Pasien Menurun

Tak sedikit orang meragukan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dapat menanggulangi penyebaran Covid-19 di Kota Balikpapan.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Kadinkes Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty.TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN-Tak sedikit orang meragukan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dapat menanggulangi penyebaran Covid-19 di Kota Balikpapan.

Kendati demikian, tidak demikian bagi Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty.

Menurutnya, PPKM sendiri telah memberi dampak terhadap upaya meminimalisir penyebaran virus asal Wuhan tersebut.

Baca juga: Thohari Aziz Wafat, Pengamat Hukum dari Unmul Angkat Bicara Soal Pelantikan Walikota Balikpapan

Baca juga: Perpanjangan PPKM Berlaku Mulai Hari Ini, 4 Parameter Tunjukkan Kondisi Balikpapan Saat Ini

Ia pun mengakui bahwa tidak banyak masyarakat yang mengamati bahwa ada pengaruh pelaksanaan PPKM selama dua minggu terakhir, khususnya terhadap keterisian tempat tidur isolasi di rumah sakit.

"Untuk ICU memang masih penuh, sama kondisinya dengan sebelum PPKM. Tapi tempat tidur isolasi di rumah sakit itu menurun," ucap Andi, Minggu (31/1/2021).

Sebelum PPKM, papar Andi, jumlah pasien menempati angka 90 persen lebih, namun setelah dua minggu PPKM diterapkan turun di 80 persen.

Sebab demikian, ia meminta untuk melihat dari banyak sisi untuk menyimpulkan dampak dari PPKM dua minggu kemarin.

"Bukan hanya penutupan resto atau kafe saja, banyak sisi untuk menganalisanya," lugasnya.

Baca juga: Kepala Bandara APT Pranoto Samarinda Akui Rekan-rekannya di Tempat Lain Ada yang Terjerat Narkoba

Baca juga: Remaja Tewas di Jalan Poros Samarinda Bontang, Diduga Kecelakaan Lalu-lintas Tanpa Memakai Helm

PPKM yang kini diperpanjang hingga dua minggu ke depan, disusupi beberapa kelonggaran.

Di mana fokusnya adalah pembatasan lingkungan serta di perkantoran dan perusahaan

"Jadi pergerakan orang di lingkungan itu yang dibatasi. Termasuk juga pembatasan di perkantoran dan perusahaan," ungkap Andy lagi.

Di akhir, ia pun menghimbau masyarakat untuk tidak terlalu banyak tugas ke luar daerah sementara waktu. Termasuk juga untuk tidak banyak menggelar pertemuan di perusahaan atau pun perkantoran.

Baca juga: PPKM di Balikpapan Diperpanjang Hingga Tahun Baru Imlek 2021, Fasum dan Olahraga Dibuka Berkala

"Terutama kegiatan yang bersifat rapat yang kemudian makan bersama. Karena banyak sekali penularan dari situ," tutupnya.

Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah/Editor: Samir Paturusi

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved