Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Perkembangan Digital Makin Pesat, KPPU Perketat Pengawasan untuk Hindari Merger dan Akuisisi

Saat ini digitalisasi seluruh lini bisnis dan pemerintahan telah dilakukan. Karena pemakaian sistem digital terbukti lebih baik, hemat dan lebih mura

TANGKAP LAYAR
Direktur Ekonomi, Deputi Kajian dan Advokasi Sekretariat KPPU M Zulfirmansyah. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Saat ini digitalisasi seluruh lini bisnis dan pemerintahan telah dilakukan.

Karena pemakaian sistem digital terbukti lebih baik, hemat dan lebih murah.

Terlebih lagi ekonomi digital merupakan lini yang paling pesat perkembangannya di dunia, terutama di Indonesia.

Hal ini mungkin terjadi karena digitalisasi membuat semua transaksi menjadi lebih mudah.

Sabtu Minggu Kaltim Senyap, Mall Ditutup Total, Plaza Balikpapan Mendukung walaupun Ada Kerugian

Kaltim Berdiam Diri, Pangdam Mayjen TNI Heri Wiranto: Tak Ada Kegiatan Warga, Nanti Kita Disinfektan

Postingan Gubernur Kaltim Isran Noor akan Merudal Kantor yang Buka Sabtu Minggu, Pemprov: Itu Hoaks!

Selain itu, prosesnya juga lebih cepat dan lebih praktis jika dibandingkan dengan transaksi konvensional.

Oleh karena itu, digitalisasi ekonomi memegang peranan penting dalam pembangunan Indonesia.

Meski begitu, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan kajian terhadap ekonomi digital.

Mengingat saat ini valuasi ekonomi digital di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara.

"Sehingga sangat rentan dengan pengawasan kami, berkaitan dengan merger dan akuisisi nantinya," ucap Direktur Ekonomi, Deputi Kajian dan Advokasi Sekretariat KPPU M Zulfirmansyah secara daring, Jumat (5/2/2021).

KPPU perlu mengambil peran di sana.

Karena jika tidak, tak dipungkiri merger dan akuisisi perusahaan digital bakal terjadi jika tak dilakukan pengawasan.

Kendati demikian, lanjut Zulfirmansyah, terdapat kesulitan dalam mengawasi kegiatan ekonomi digital, salah satunya berkaitan dengan akses data dari perusahaan digital.

"Data ini dibutuhkan untuk mendeteksi potensi pelanggaran persaingan usaha. Sehingga nantinya persaingan usaha tidak sehat dapat dicegah," ucapnya.

Penulis: Heriani | Editor: Rahmad Taufiq

Penulis: Heriani AM
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved