Breaking News:

Berita Kaltara Terkini

DPRD Kaltara Bentuk Tim Pansus untuk Selidiki Pencemaran Lingkungan di Malinau

DPRD Kaltara telah membuat tim panitia khusus atau Pansus, guna menangani permasalahan pencemaran lingkungan di Kabupaten Malinau.

TRIBUNKALTIM.CO/RISNAWATI
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Utara, Andi Hamzah saat berada di Swissbel Hotel Tarakan.TRIBUNKALTIM.CO/RISNAWATI 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Wakil Ketua DPRD Kalimantan Utara, Andi Hamzah menyebut pihaknya telah membuat tim panitia khusus atau Pansus, guna menangani permasalahan pencemaran lingkungan di Kabupaten Malinau.

Tercemarnya lingkungan di Kabupaten Malinau, diketahui akibat jebolnya tanggul salah satu perusahaan batu bara di Malinau.

"Tim Pansus ini terdiri dari gabungan Komisi I dan Komisi III DPRD Kaltara," ujarnya, Kamis (18/2/2021)

Baca juga: Kemenpolhukam Petakan Ancaman, 2 Objek Vital Nasional di Kaltim jadi Perhatian

Baca juga: Kasus Covid-19 Turun di Balikpapan, Walikota Rizal Effendi tak Berani Ambil Kesimpulan

Dia mengatakan, Tim Pansus ini bertujuan untuk mencari solusi penyelesaian terkait jebolnya tanggul perusahaan itu.

"Sehingga, masyarakat Malinau dapat kembali mengkonsumsi air bersih di sana," tambahnya.

Tim itu nantinya akan langsung bekerja dan melakukan monitoring di lapangan bersama instansi terkait.

Diketahui, sungai yang tercemar di Malinau itu juga merupakan tumpuan warga sekitar dalam melakukan aktivitasnya.

Selain itu, PDAM Malinau pun memanfaatkan air sungai tersebut untuk memenuhi stok air bersih bagi pelanggan.

Baca juga: BREAKING NEWS Dini Hari Jago Merah Beraksi di Balikpapan, Lahap Pertokoan Warga di Prapatan

Baca juga: Saksi Mata Pertama di Kebakaran Prapatan Balikpapan, Bangunkan Warga Pakai Palu, Dipukul ke Tiang

Akibat dari pencemaran linkungan itu, Andi mengatakan air sungai di Malinau menjadi keruh dan ratusan ikan ditemukan mati, serta ekosistem sungai menjadi rusak.

Andi sampaikan, Tim Pansus DPRD Kaltara juga akan melakukan monitoring di seluruh perusahaan tambang batu bara untuk menghindari terulangnya kejadian serupa.

Baca juga: Pematangan Lahan di Sungai Kapih Samarinda tak Berizin, Ternyata Juga Keruk Batu Bara

"Perusahaan akan diminta untuk memperhatikan potensi faktor pencemaran lingkungan, agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar," tuturnya.

Penulis: Risnawati/Editor: Samir Paturusi

Penulis: Risnawati
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved