Breaking News:

Berita Kubar Terkini

Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi di BPBD Kubar Berlanjut, Kejari Sebut akan Ada Lagi Tersangka Baru

Penyidikan kasus tindak pidana korupsi di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Barat masih terus bergulir. Bahkan Ke

TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL MARSYAFI
Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kutai Barat, Iswan Noor mengemukakan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan BPK RI terkait jumlah kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi di Lingkungan BPBD Kubar. TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL MARSYAFI 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR- Penyidikan kasus tindak pidana korupsi di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Barat masih terus bergulir.

Bahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kutai Barat menegaskan, setelah ada penetapan satu tersangka, maka sesuai instruksi Mahkamah Agung (MA) proses penyidikan akan dipercepat lagi.

Kasi Pidsus Kejari Kubar, Iswan Noor mengatakan, saat ini pihaknya juga masih menunggu hasil pemeriksaan BPK RI terkait jumlah kerugian negara akibat ulah koruptor itu.

Baca juga: Seorang Perwira Menengah di Polresta Samarinda Kena Covid-19, Kini Kabarnya Meninggal Dunia

Baca juga: Nasib Karyawan Jasa Pencucian di Tenggarong Kukar, Tenggelam Bersama Mobil, Ditemukan di Hari Ketiga

"Penyidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Kutai Barat dalam hal ini tindak pidana yang dilakukan di BPBD. Ini kasusnya dalam perhitungan kerugian negara oleh BPK RI yang dilakukan oleh AUI BPK RI. Untuk konfirmasi terhadap kegiatan mungkin kita sudah lakukan semua, tinggal di sini adalah perhitungannya," ujar Iswan Noor saat ditemui TribunKaltim.co, Senin (22/2/2021).

Iswan Noor menuturkan pihaknya sudah mengajukan dalam waktu dekat ini, BPK RI akan berkunjung ke Kutai Barat guna melakukan peninjauan lapangan dan analisis kerugian negara.

"Dikemukakan di bulan Februari ini, pihak dari BPKRI akan datang ke Kutai Barat untuk melaksanakan perhitungannya. Ada on the spot di Kabupaten Kutai Barat tetapi dalam gambaran-gambaran yang telah kita ajukan dari penyidikan sudah diamini oleh BPK RI.

Cuma dia dari pihak BPK RI terutama dari AUI-nya itu melakukan peninjauan lapangan terhadap kegiatan yang dilakukan," tuturnya.

Belum diketahui secara jelas terkait jumlah pasti kerugian negara dari ulah korupsi di lingkungan BPBD Kutai Barat itu, hanya saja diperkirakan lebih dari Rp 1 miliar.

"Kemarin itu sekian, tetapi saya tidak bisa menyampaikan secara pasti sebelum ada perhitungan dari BPKRI, nanti kesannya lain," imbuhnya

Iswan Noor menegaskan, akan ada penetapan tersangka baru dari kasus tersebut mengingat hasil penyelidikan sebelumnya ada beberapa nama yang tercantum di dalamnya.

Baca juga: Terkait Kasus PT MGRM, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi Minta Pejabat Perusda Sering Dirolling

Baca juga: Lakalantas di Jalan Trans Kaltim, Satu Warga Samarinda Meninggal Dunia

Bahkan dia menegaskan, sebelum ada hasil penghitungan nilai kerugian negara dari BPKRI, pihaknya akan menetapkan siapa-siapa saja tersangka yang terlibat dalam tindak pidana korupsi itu.

"Tersangka dimungkinkan lebih dari satu, cuman saya belum bisa menyampaikan siapa-siapa saja. Menunggu daripada ini kerugian negara, tetapi berdasarkan edaran dari Jaksa Agung dimungkinkan kita akan melakukan penetapan tersangka sebelum perhitungan kerugian negara yang dikeluarkan oleh BPK RI, tetapi dalam waktu dekat ini kami secepatnya akan merampungkan dalam hal penentuan tersangka," ucapnya.

Sebelumnya diketahui, kasus tindak pidana korupsi di lingkungan BPBD Kutai Barat itu mulai terungkap di tahun 2020 kemarin.

Di mana saat itu terjadi pembengkakan anggaran operasional BPBD Kutai Barat yang nilainya mencapai miliaran rupiah. 

Penulis: Zainul Marsyafi | Editor: Rahmad Taufiq

Penulis: Zainul
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved