Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Dukung Pariwisata Kaltim, BI Lakukan Pendampingan untuk Pengembangan Derawan dan Maratua

Pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Tim

DOK/TRIBUNKALTIM.CO
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim, Tutuk SH Cahyono menyebutkan, pihaknya melakukan pendampingan pengembangan kepariwisataan di Kepulauan Derawan dan Maratua, Kabupaten Berau. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala KPw BI Kaltim Tutuk SH Cahyono menyebutkan, pihaknya melakukan pendampingan pengembangan kepariwisataan di Kepulauan Derawan dan Maratua, Kabupaten Berau.

Mulai dari pendampingan fasilitas wisata, lembaga, masyarakat, hingga pelaku usaha sekitar.

Baca juga: Daerah Calon Ibu Kota Negara di Penajam Paser Utara, Klaim Tidak Memiliki Desa Berstatus Tertinggal

Baca juga: Respon Warga Samarinda Kala Dikunjungi Walikota Andi Harun dan Dapat Bantuan

Baca juga: 2 Tenaga Kesehatan di Balikpapan Positif Covid-19 Usai Vaksinasi Sinovac Pertama, Begini Kata Satgas

Secara umum kegiatan yang telah dilakukan di Derawan dan Maratua adalah pengembangan produk kerajinan di daerah tujuan wisata (DTW), pelatihan pengelolaan homestay, penguatan kelembagaan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan pelatihan manajemen keuangan.

Pelatihan diberikan untuk mewujudkan pelayanan standar internasional sehingga mampu menarik minat wisatawan mancanegara (wisman).

"Sehingga akhirnya mampu mencapai tujuan utama dari pengembangan pariwisata, yakni untuk menarik wisman lebih banyak," ujar Tutuk SH Cahyono, Minggu (28/2/2021).

Dalam pelatihan tersebut, ada beberapa sesi yang dilakukan, yakni sesi pertama berupa workshop tentang langkah-langkah teknis bagi Pokdarwis.

Hal ini agar mereka mampu mengembangkan kawasan pariwisata dengan mengacu pada praktik terbaik dari wilayah lain.

Dalam sesi ini, Pokdarwis juga mendapat pembekalan dalam pengelolaan lingkungan, promosi digital, dan penyusunan paket menarik.

Pelatihan ini dipandu oleh pelaku profesional dari Pusat Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata (P-P2Par) ITB.

Sesi kedua adalah peserta diajarkan teknik menyusun laporan keuangan hingga perencanaan keuangan dalam mengelola pariwisata, pembuatan AD/ART hingga teknis legalitas pembentukan Pokdarwis baru.

"Lalu ada pelatihan pengembangan produk pariwisata bagi kepala kampung, perangkat kampung, Pokdarwis, pengelola DTW, pengrajin, dan pelaku usaha kuliner," jelasnya.

Dan terakhir di sesi 3 dilakukan workshop pengembangan produk khas Kepulauan Derawan, baik produk kuliner maupun produk kerajinan tangan.

"Workshop juga meliputi identifikasi bahan baku lokal untuk produk khas Derawan, pengepakan dan pembuatan merek," ucapnya.

Penulis: Heriani | Editor: Rahmad Taufiq

Penulis: Heriani AM
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved