Breaking News:

Virus Corona di Berau

Dianggap Rawan Terpapar Covid-19, Giliran 20 Wartawan di Berau Disuntik Vaksin Sinovac

Sedikitnya 20 wartawan di Kabupaten Berau mengikuti vaksinasi tahap dua yang digelar di Balai Mufakat, Jl Cendana, Kecamatan Tanjung Redeb, Berau, Jum

TRIBUNKALTIM.CO/IKBAL NURKARIM
Salah seorang wartawan di Kabupaten Berau saat mengikuti vaksinasi Covid-19 di Balai Mufakat, Jumat (5/3/2021). TRIBUNKALTIM.CO/IKBAL NURKARIM 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB- Sedikitnya 20 wartawan di Kabupaten Berau mengikuti vaksinasi tahap dua yang digelar di Balai Mufakat, Jl Cendana, Kecamatan Tanjung Redeb, Berau, Jumat (5/3/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Berau Iswahyudi menyebutkan belum semua wartawan yang ada di Berau bisa disuntik vaksin sinovac, namun tetap dilakukan bertahap karena jumlah vaksin yang tersedia terbatas.

"Untuk jumlah vaksinasi wartawan ini kami koordinasi dengan PWI Berau untuk meminta nama-nama wartawan yang prioritas divaksin di tahap dua ini," kata Iswahyudi.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Samarinda, Berboncengan Sepeda Motor Diduga Mabuk, Bawa Sajam, Satu Orang Tewas

Baca juga: Punya Ballroom Besar, Hotel Bintang Lima di Balikpapan Ini Bakal jadi Tempat Vaksinasi Covid-19

Iswahyudi menjelaskan vaksinasi tahap dua ini, Pemerintah Kabupaten Berau menerima 250 vial vaksin dengan target sasaran 2 ribu pelayan publik.

"Sasaran kita untuk tahap ini minimal 2 ribu namun itu masih bisa bertambah jika vaksin yang ada sekarang masih bisa digunakan sehingga bisa lebih dari 2 ribu sasaran. Untuk jumlah vaksin ada 250 vial, satu vial bisa digunakan minimal 8 orang, jadi tergantung mengambilnya," jelasnya.

Dalam vaksinasi tahap dua sendiri sedikitnya terdapat 13 kelompok masyarakat yang menjadi sasaran penerima vaksin sinovac tahap dua, di antaranya lansia, pendidik, pedagang pasar, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara, pegawai pemerintah, keamanan, pelayan publik lainnya, transportasi publik, atlet, wartawan dan pekerja media dan pariwisata.

Sementara itu, Ketua PWI Berau, Abdul Azis Sakti mengapresiasi langkah Dinkes.

Menurutnya program ini sudah sangat tepat mengingat wartawan adalah profesi yang dianggap rawan terpapar Covid-19. 

"Itu bagus, artinya wartawan itu kan kelompok yang sangat rentan terpapar, sehingga betul saja itu misalnya Pemda masukkan teman-teman wartawan sebagai sasaran dan menjadi prioritas, karena wartawan ini kemana-mana sesuai tuntutan tugas," ungkapnya.

Baca juga: Umat Katolik Balikpapan Kecewa Kuota Vaksin Sinovac Hanya Dapat 2%, Rizal Effendi: Jangan Marah

Baca juga: Rudy Masud Maju jadi Calon Ketua KKSS Kaltim, Alimudin Sang Pesaingnya Enggan Berkomentar

Melihat mobilitas wartawan yang aktif di lapangan, berinteraksi dengan banyak orang, narasumber berbagai kalangan tentu dinilai sangat rawan tertular covid-19.

Azis juga mengapresiasi perhatian Pemkab Berau terhadap awak media yang ada sehingga diprioritaskan untuk mendapatkan jatah vaksin sinovac meskipun baru 20 orang saja.

Dengan kata lain, upaya pencegahan dengan melihat peluang atau sasaran yang memiliki potensi besar tertular ini tentu sudah sangat tepat. 

Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Rahmad Taufiq

Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved