Berita Bontang Terkini
Inovatif, Petugas Lapas Klas IIA Bontang Bekali Warga Binaan Usaha Laundry Berbasis Aplikasi
Agus Salim, aktor dibalik gagasan inovasi Kasir Laundry berbasis IT yang baru-baru ini di launching oleh Lapas Kelas IIA Bontang.
Penulis: Ismail Usman | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,BONTANG-Agus Salim, aktor dibalik gagasan inovasi Kasir Laundry berbasis IT yang baru-baru ini di launching oleh Lapas Klas IIA Bontang.
Inovasi yang ia ciptakan mendapat apresiasi dari Kakanwil Kemenkuham Provisi Kalimantan Timur.
Gagasnya diklaim sebagai inovasi usaha laundry berbasis IT pertama kali di seluruh Lapas di Indonesia.
Baca juga: Polres Bontang Ringkus Pemilik Sabu, Buang Barang Bukti ke Lantai Kamar, Ada Pelaku Wanita Muda
Baca juga: Tahun 2022 Usaha Walet Dibebankan Pajak, Kepala Bapenda Bontang: Walau Tak Punya Izin Juga Bayar
Jabatanya sebagai Kasi Kegiatan Kerja di Lapas Bontang, tentunya dituntut bisa memberikan inovasi baru.
Ia diharuskan bisa menciptakan kegiatan kemandirian bagi para warga binaan lapas Bontang.
"Tugas kami mas bisa menciptakan hal yang baru untuk warga binaan. Dari inovasi inilah kami bisa mengajarkan para penghuni lapas tentang pemaanfaat teknologi," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (15/3/2021).
Baca juga: Guru Non ASN di Sekolah Negeri Resah, Tunjangan Profesi Distop Sejak 2017, Ini Langkah PGRI Bontang
Baca juga: Pemkot Bontang Berlakukan Pemeriksaan Rapid Tes Calon Penumpang Kapal di Pelabuhan Lok Tuan
Sebenarnya bisa saja dibuat lebih simpel. Layaknya usaha laundry pada umumnya. Namun bukan itu poin pentingnya.
Usaha berbasis IT ini untuk membekali para narapidana cara mengelola keuangan yang berbasis aplikasi dalam berwira usaha.
Hal ini dilakukan agar menciptakan SDM yang berkualitas dan siap bersaing setelah dibebaskan dari Lapas.
"Tantangan kami itu, bagaimana warga binaan kami yang keluar dari sini, langsung bisa siap kerja dan berwira usaha," bebernya.
Agus menjelaskan, ide ini bermula pada saat mendapat perintah dari Kalapas Bontang. Ia ditugaskan untuk membuat usaha luandry bagi warga binaan.
"Nah pas dapat perintah, makanya kami buatlah usaha. Biar lebih moderen dan punya sisi edukasi. Makanya saya gunakan aplikasi," tuturnya.
Aplikasi yang digunakan pun prabayar. Aplikasinya bisa didownload melalui Play Store di Android.
Sistem kerja usaha luandry ini bisa lebih moderen. Karena pengelolaan keuangan dan pemesanan menggunakan aplikasi yang mempermudah pelanggan.
Kemudahaan dari aplikasi ini, pelanggan bisa memonitoring pengerjaan laundry. Mulai dari pencucian baju hingga pengemasan, serta ada jadwal kapan pesana akan diantar.
Baca juga: Basri Rase jadi Ketua PKB Bontang, Targetnya Tambah Jumlah Kursi di DPRD dalam Pemilu 2024
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/peresmian-usaha-laundry-berbasis-it-di-lapas-kelas-iia-bontang.jpg)