Minggu, 19 April 2026

Berita Malinau Terkini

Mengenal Banteng Borneo Penghuni Hutan Kayan Mentarang Malinau, Satwa Prioritas dan Terancam Punah

Kawasan Hutan Kayan Mentarang yang memiliki luasan sekira 1,3 juta hektar memiliki keanekaragaman flora dan fauna.

Editor: Budi Susilo
HO/BTNKM
Banteng Borneo atau Bos Javanicus Lowii di padang penggembalaan Long Tua, Desa Apau Ping, Kecamatan Bahau Hulu, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. HO/Balai Taman Nasional Kayan Mentarang 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Kawasan Hutan Kayan Mentarang yang memiliki luasan sekira 1,3 juta hektar memiliki keanekaragaman flora dan fauna.

Kawasan Hutan yang berbatasan langsung dengan wilayah perbatasan RI-Malaysia tersebut juga merupakan daerah hunian masyarakat adat di Kalimantan Utara.

Sebelumnya, kawasan Hutan Kayan Mentarang ditetapkan Pemerintah RI sebagai taman nasional pada 7 Oktober 1996 silam.

Baca juga: Produksi dan Distribusi Pangan di Malinau akan Diawasi Dua Dinas Ini

Baca juga: Antisipasi Mutasi Corona B117, Dinkes Malinau Rencanakan Pemeriksaan Covid-19 di Pos Sesua

Melalui Plt Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang, Bambang Widiatmoko kepada Tribunkaltim.co, mengatakan di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Dia jelaskan, kawasan hutan tersebut dihuni ribuan satwa dan tumbuh-tumbuhan.

Termasuk satwa yang dilindungi, seperti spesies Banteng Borneo yang merupakan kategori satwa terancam punah (endagered).

Baca juga: Direktur RSUD Malinau Beberkan Penyebab Calon Penerima Gagal Disuntik Vaksin Sinovac

Baca juga: Realisasi Dana Desa Capai Rp 311 M di 2020, Sebanyak 40 Desa Masih Tertinggal di Malinau

"Di dataran Long Tua, ada jenis satwa yang dilindungi, yakni Banteng Borneo. Ini merupakan salah satu satwa prioritas," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Rabu (17/3/2021).

Di Kabupaten Malinau, Banteng Borneo atau Bos Javanicus Lowii berhabitat di lokasi pengembalaan padang rumput Long Tua Desa Apau Ping.

Bambang Widiatmoko menerangkan, Banteng Borneo merupakan satu dari 25 jenis satwa yang diprioritaskan oleh Balai Taman Nasional Kayan Mentarang.

Butuh Peran Masyarakat 

Hasil monitoring tahun lalu, populasi Banteng Borneo di padang Long Tua berjumlah belasan individu.

"Banteng ini merupakan prioritas perlindungan kami di Balai Taman Nasional Kayan Mentarang. Tahun lalu populasinya ada belasan individu," katanya.

Dia menerangkan, masyarakat adat berperan penting dalam upaya melestarikan populasi Banteng Borneo.

Tim Balai TNKM bersama komunitas masyarakat Desa Apau Ping bekerja sama menjaga dan merawat spesies terlindungi tersebut.

Baca juga: Adu Banteng, Satu Pengendara Meregang Nyawa di Jalan Poros Samarinda-Bontang

Baca juga: Rangkaian Jelang Nyepi Digelar Sederhana, Hari Ini Umat Hindu Malinau Jalani Catur Brata Penyepian

"Masyarakat desa Apau Ping sangat berperan merawat dan melestarikan satwa ini. Kearifan lokal masyarakat menjaga populasi ini tetap terlindungi," ungkapnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved