Berita Malinau Terkini
Mengenal Banteng Borneo Penghuni Hutan Kayan Mentarang Malinau, Satwa Prioritas dan Terancam Punah
Kawasan Hutan Kayan Mentarang yang memiliki luasan sekira 1,3 juta hektar memiliki keanekaragaman flora dan fauna.
TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Kawasan Hutan Kayan Mentarang yang memiliki luasan sekira 1,3 juta hektar memiliki keanekaragaman flora dan fauna.
Kawasan Hutan yang berbatasan langsung dengan wilayah perbatasan RI-Malaysia tersebut juga merupakan daerah hunian masyarakat adat di Kalimantan Utara.
Sebelumnya, kawasan Hutan Kayan Mentarang ditetapkan Pemerintah RI sebagai taman nasional pada 7 Oktober 1996 silam.
Baca juga: Produksi dan Distribusi Pangan di Malinau akan Diawasi Dua Dinas Ini
Baca juga: Antisipasi Mutasi Corona B117, Dinkes Malinau Rencanakan Pemeriksaan Covid-19 di Pos Sesua
Melalui Plt Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang, Bambang Widiatmoko kepada Tribunkaltim.co, mengatakan di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.
Dia jelaskan, kawasan hutan tersebut dihuni ribuan satwa dan tumbuh-tumbuhan.
Termasuk satwa yang dilindungi, seperti spesies Banteng Borneo yang merupakan kategori satwa terancam punah (endagered).
Baca juga: Direktur RSUD Malinau Beberkan Penyebab Calon Penerima Gagal Disuntik Vaksin Sinovac
Baca juga: Realisasi Dana Desa Capai Rp 311 M di 2020, Sebanyak 40 Desa Masih Tertinggal di Malinau
"Di dataran Long Tua, ada jenis satwa yang dilindungi, yakni Banteng Borneo. Ini merupakan salah satu satwa prioritas," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Rabu (17/3/2021).
Di Kabupaten Malinau, Banteng Borneo atau Bos Javanicus Lowii berhabitat di lokasi pengembalaan padang rumput Long Tua Desa Apau Ping.
Bambang Widiatmoko menerangkan, Banteng Borneo merupakan satu dari 25 jenis satwa yang diprioritaskan oleh Balai Taman Nasional Kayan Mentarang.
Butuh Peran Masyarakat
Hasil monitoring tahun lalu, populasi Banteng Borneo di padang Long Tua berjumlah belasan individu.
"Banteng ini merupakan prioritas perlindungan kami di Balai Taman Nasional Kayan Mentarang. Tahun lalu populasinya ada belasan individu," katanya.
Dia menerangkan, masyarakat adat berperan penting dalam upaya melestarikan populasi Banteng Borneo.
Tim Balai TNKM bersama komunitas masyarakat Desa Apau Ping bekerja sama menjaga dan merawat spesies terlindungi tersebut.
Baca juga: Adu Banteng, Satu Pengendara Meregang Nyawa di Jalan Poros Samarinda-Bontang
Baca juga: Rangkaian Jelang Nyepi Digelar Sederhana, Hari Ini Umat Hindu Malinau Jalani Catur Brata Penyepian
"Masyarakat desa Apau Ping sangat berperan merawat dan melestarikan satwa ini. Kearifan lokal masyarakat menjaga populasi ini tetap terlindungi," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/banteng-borneo.jpg)