Rabu, 22 April 2026

Berita Nasional Terkini

Warga Temukan Janin Tanpa Kaki, Tangan dan Kepala, PCNU Sumenep Nilai Ini Sangat Langka

Penemuan mayat janin di Masalembu membuat geger warga masyarakat setempat. Dugaan sementara, ini akibat perbuatan aborsi

Editor: Budi Susilo
TRIBUNNEWS.COM/HandOver
Polisi memasang Police Line di tempat penemuan janin bayi di pinggir pantai Desa Suka Jeruk, Kecamatan atau Pulau Masalembu. 

TRIBUNKALTIM.CO, SUMENEP - Penemuan mayat janin di Masalembu membuat geger warga masyarakat setempat. Dugaan sementara, ini akibat perbuatan aborsi yang kemudian diperlakukan mutilasi. 

Warga menilai ini bukti orang semakin individualis, materialis, tidak lagi memandang etika moral dan berperikemanusiaan. 

Orang makin sinis tanpa memikirkan kanan kiri, dan bahkan tanpa memikirkan sanak saudara.

Baca juga: Buka Praktik Aborsi, Pasutri di Bekasi Patok Tarif Rp 5 Juta, Tetangga Kaget Aktifitas Pelaku

Baca juga: Polisi Anggap Klinik Aborsi di Pandeglang Ilegal dan Berisiko Kematian, Aparat Tahan Bidan & Pasien

"Ini kasus sangat luar biasa," demikian kata Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep.

Warga di Pulau Masalembu digegerkan dengan penemuan janin bayi, Rabu (24/3/2021), sekira pukul 18.00 WIB.

Janin bayi perempuan yang ditemukan di bibir pantai Desa Suka Jeruk, Kecamatan Masalembu itu diduga korban mutilasi.

Jenazah janin tersebut ditemukan dalam kondisi tidak utuh, yakni tanpa kepala, tangan dan kaki.

Kapolsek Masalembu Iptu Sudjarwo membenarkan kabar tersebut.

Janin tersebut ditemukan pertama kali oleh warga bernama Sanim.

Baca juga: Kandang Ayam Saksi Bisu, Kisah Pilu Siswi SMP Dicabuli Pria Tua, Minta Orangtua Aborsi Saat Terkuak

Sanim (38) warga Desa Suka Jeruk, Kecamatan atau Pulau Masalembu ini merasa terkejut saat pertama melihat seperti boneka bayi dan setelah dilihat adalah bagian tubuh janin.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep mengatakan penemuan janin ini sangat langka.

"Ini serius sekali dan sangat langka," kata Ketua PC NU Sumenep, KH A Pandji Taufiq saat dikonfirmasi awak Tribunjatim.com, Sabtu (27/3/2021).

Menurut pandangan KH A Pandji Taufiq, kasus tersebut tidak bisa disepelekan begitu saja dan untuk mengungkap apa penyebab dari kasus tersebut, perlu melibatkan semua pihak.

"Pandangan saya ini harus melibatkan semua para disiplin, mulai dari disiplin keilmuan dan sebagainya dikirim kesana untuk mengungkap apa penyebab sebenarnya," kata Ketua PC NU Sumenep tiga periode ini.

Baca juga: Polisi Pastikan Jasad Bayi yang Dikuburkan Dekat Sebuah Guest House di Samarinda Bukan Korban Aborsi

Mengapa disebut serius dan langka, KH A Pandji Taufiq menyebutnya, penemuan mayat janin seperti yang terjadi di Pulau Masalembu ini hanya terjadi di berbagai belahan dunia saja.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved