Rabu, 15 April 2026

Berita Nunukan Terkini

Harga Daging Ayam di Pasar Naik, Dinas Perdagangan Nunukan Sebut Dampak Pembatasan DOC

Harga daging ayam di pasaran di Kabupaten Nunukan belakangan ini mengalami kenaikan.

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIANUS FELIS
Andika seorang pedagang di Pasar Pagi Nunukan sedang memotong daging ayam untuk dijual, Senin (29/03/2021).TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIANUS FELIS 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Harga daging ayam di pasaran di Kabupaten Nunukan belakangan ini mengalami kenaikan.

Andika, seorang pedagang daging ayam di Pasar Pagi Nunukan mengatakan seminggu belakangan ini harga daging ayam mengalami kenaikan.

Diketahui, harga hati ayam sempat Rp 25 ribu perkilogram  kini menjadi Rp 30 ribu perkilogram.

Harga paha dan dada ayam sempat Rp 38 ribu perkilogram, kini menjadi Rp 40 ribu perkilogram.

Baca juga: Animo Mendaftar Jadi Anggota Polri di Nunukan Tinggi, Minta Warga Aktif Laporkan Tindakan Suap

Baca juga: Gaji RT Sempat Nunggak 3 Bulan, Bupati Nunukan Asmin Laura Beberkan Penyebabnya

Sementara daging ayam yang masih utuh sempat Rp 35 ribu perkilogram kini menjadi Rp 38 ribu perkilogram.

"Saya kurang tau juga penyebab naiknya harga daging ayam," kata Andika kepada TribunKaltim.Co, Senin (29/03/2021).

Mendengar itu, Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan, Syamsul Daris, mengaku harga daging ayam di pasaran mengalami kenaikan, lantaran adanya pembatasan DOC ayam.

"Di sini berlaku hukum ekonomi. Kalau barangnya banyak beredar otomatis harga jadi turun. Begitupula sebaliknya, barangnya sedikit yang beredar pasti harga melonjak naik.

Di pasaran itu banyak sekali stok daging ayam yang tersedia, sehingga ayam potong yang dikandang itu banyak yang umurnya sudah tua dan belum laku-laku. Sehingga perlu dilakukan pembatasan DOC, agar ayam yang sudah siap dijual bisa laku semuanya," ucap Syamsul Daris.

Sesuai kesepakatan, harga untuk ayam potong di kandang bersama dengan pelaku usaha, ada empat fase yakni fase I untuk bobot 1,6-1,9 Kg harganya Rp 26 ribu. Fase II untuk bobot 2,00-2,5 Kg harganya Rp25 ribu. Fase III untuk bobot 2,6-3 Kg harganya Rp 24 ribu. Sementara fase IV untuk bobot 3,1 Kg ke atas harganya Rp 20 ribu.

Baca juga: Larangan Mudik Idul Fitri 2021, Bupati Nunukan Asmin Laura Masih Menunggu Dasar Hukum

Menurutnya, dampak dari banyaknya DOC yang beredar, sehingga produksi ayam peternak mengalami over. Hal itu juga membuat stok daging ayam di pasaran tak kunjung laku.

Ia menuturkan, DOC akan kembali dibuka pada April nanti, sehingga harga daging ayam di pasaran kembali stabil.

"DOCnya kita tahan jangan sampai berlebihan. Sekarang kelihatannya daging ayam yang ada di pasar berkurang, sehingga harganya tiba-tiba naik. Mudahan terbuka kembali DOC di bulan April nanti," ujarnya.

Syamsul Daris membeberkan, pada April mendatang, estimasi harga daging ayam terendah yakni Rp 25.500 perkilogram.

Bahkan, untuk semua pelaku usaha mendapat jatah DOC masing-masing.

Baca juga: Pasokan Bensin di APMS Krayan Induk Nunukan Masih Nihil, Bangun Infrastruktur Tetap Lancar

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved