Breaking News:

Berita Pemkab Mahakam Ulu

Anggota DPR RI Budisatrio Djiwandono Beri Perhatian Minimnya Infrastruktur Pertanian di Mahulu

Anggota Komisi IV DPR RI Budisatrio Djiwandono siap memperjuangkan terkait permasalahan bidang pertanian di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur.

Penulis: Febriawan | Editor: Syaiful Syafar
TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIAWAN
Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh baru-baru ini menemui Anggota DPR RI Fraksi Gerindra dari perwakilan Kaltim, Budisatrio Djiwandono di Jakarta. 

TRIBUNKALTIM.CO - Anggota Komisi IV DPR RI Budisatrio Djiwandono siap memperjuangkan terkait permasalahan bidang pertanian di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur.

Hal itu ia tegaskan saat menerima rombongan Bupati Mahulu dan jajarannya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

"Ini semua untuk kepentingan masyarakat. Untuk itu sudah semestinya kita sama-sama perjuangkan agar bisa terpenuhi," kata politisi Partai Gerindra ini.

Masalah pertanian, kata Budi, memang menjadi tugas Komisi IV DPR RI.

Baca juga: Temui Anggota DPR RI Budisatrio Djiwandono, Bupati Mahulu Curhat Masalah Pertanian

Kabupaten Mahakam Ulu dan Provinsi Kalimantan Timur pada umumnya, menurut Budi memiliki potensi pertanian yang sangat besar.

Lahan yang luas salah satunya.

Meski memiliki kultur tanah, ekologi, juga cuaca yang berbeda, dia optimistis pertanian di Kaltim, termasuk di Mahulu akan bisa maju dan berkembang.

Sebagai daerah baru, diakuinya Mahulu masih minim infrastruktur.

Tak terkecuali infrastruktur bidang pertanian.

"Lahan luas, potensi besar. Infrasktruktur kita masih minim. Seperti jalan pertanian irigasi. Ini perlu mendapat perhatian serius. Nanti akan kami bantu dengan berkoordinasi dan komunikasi dengan Kementerian Pertanian," ujarnya.

Baca juga: Pemkab Mahulu Rencanakan Bentuk Perusda Kelola Pembangkit Listrik

Baca juga: Anggota DPR RI Dapil Kaltim Siap Perjuangkan Pemenuhan Infrastruktur di Mahulu

Baca juga: Potensi SDA di Mahulu Berlimpah, Bupati: Dapat Dikembangkan untuk Pariwisata

Dia mengakui, bahan pangan ke Kaltim selama ini masih bergantung dari luar.

Seperti beras dari Sulawesi dan Jawa.

Kemudian gula dari lampung dan daerah Sumatera lainnya.

Untuk itu, dengan dukungan pusat, ditambah semangat pemerintah daerah dan juga masyarakatnya, pertanian di Mahulu akan lebih maju dan berkembang. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved