Berita Nasional Terkini

Kisah Anggota KKB Papua, Tertembak Saat Hendak Menyerahkan Diri, Akui Ingin Hidup Normal di NKRI

Sejak beberapa tahun lalu, sejumlah anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi

IST
KKB Papua dikepung Satgas Nemangkawi. Kisah Anggota KKB Papua, Tertembak Saat Hendak Menyerahkan Diri, Akui Ingin Hidup Normal di NKRI 

Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya kemudian merespon baik apa yang dilakukan Tendinson tersebut.

"Bupati sempat menyampaikan, kalau mereka bertobat akan difasilitasi pekerjaan," ujar Eko.

Namun, sesaat saat Tendinson hendak menyerahkan diri sesuatu yang mengejutkan justru terjadi.

Ia tertembak oleh senjata yang dibawanya sendiri sehingga membuatnya mengalami luka.

Kejadian tersebut terjadi di Kali Mewoluk, saat dia terjatuh dalam perjalanan menuju kota Mulia, di Kabupaten Jaya 18 Juni 2020.

Baca juga: TERKUAK! PENGAKUAN Mengejutkan Eks Anggota KKB Papua, Batin Sering Menjerit, Janji Manis Cuma Tipuan

Ketika dia terjatuh mendadak senjata yang dibawanya ikut meledak, dan pelurunya menusuk pinggang dan betis kanannya.

Akibatnya dia harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

TNI-Polri Obrak-abrik Markas KKB Papua

Sementara itu, pentolan KKB Egianus Kogoya meradang gara-gara markasnya diobrak-abrik TNI-Polri.

Kelompok Kriminal Bersenjata atau biasa dikenal KKB di Papua hingga kini masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Bumi Cendrawasih.

Baca juga: Tak Hanya KKB, Ancaman Datang dari Makelar Malaysia di Papua, Isu Lingkungan Disorot Media Asing

Mereka sering melakukan penyerangan hingga tega bunuh teman satu sukunya sendiri dan hal itu membuat KKB semakin ditakuti warga sipil.

Pasca markasnya yang terletak di Yuguru, Nduga, Papua berhasil di kuasai TNI-Polri dan KKB ditetapkan pemerintah menjadi teroris, membuat Egianus Kogoya merasa geram.

Baru-baru ini pada tanggal 30 April 2021 ia juga kembali memposting di akun Facebook miliknya @Brigjend Egianus Kogeya.

Dipostingan tersebut ia menuliskan kata-kata seolah kembali menantang aparat TNI-Polri yang saat ini masih mencoba menangkap para anggota KKB dalam keadaan hidup ataupun meninggal dunia.

"Terimakasih kolonial indonesia yang sudah kasih nama kami (OPM-TPNPB) sebagai teroris diidalam hukum anda. Tetapi sayang sekali, karena dengan begitu anda pertajam tatik perang gerilya Kami,".

Baca juga: KKB Papua Mulai Berantakan Terus Menerus Diburu TNI-Polri, Akhirnya Pilih Setia ke NKRI, Akui Ditipu

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved