Berita Nasional Terkini

Kisah Anggota KKB Papua, Tertembak Saat Hendak Menyerahkan Diri, Akui Ingin Hidup Normal di NKRI

Sejak beberapa tahun lalu, sejumlah anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi

IST
KKB Papua dikepung Satgas Nemangkawi. Kisah Anggota KKB Papua, Tertembak Saat Hendak Menyerahkan Diri, Akui Ingin Hidup Normal di NKRI 

Namun, Egianus yang mengetahui bahwa ia sedang berbicara dengan seorang Jurnalis meminta agar hasil pembicaraan mereka tidak diberitakan.

4. Keberadaannya di Tempat Terpencil

Egianus Kogoya yang disebut-sebut sebagai otak aksi KKB Papua ini berada di sebuah daerah terpencil.
Untuk bertemu dengan Egianus, Victor menyebut ada pihak lain yang tidak bisa ia sebutkan membantu untuk membuatkan janji.

Pertemuan pun diatur pada tengah malam.

Sebelum bertemu, Victor Mambor memperkirakan, saat itu ia harus berjalan kaki sekitar 2 jam sebelum tiba di lokasi Egianus.

"Jalan gelap, saya ikut arahan saja. Saya tidak tahu itu kami jalan ke arah mana, sampai tiba di perkampungan," kata Victor

Rupanya, Egianus sudah menunggu Victor di dalam sebuah honai (rumah adat suku pegunungan).

Pertemuan pun berlangsung hanya sebentar, sekitar 15 menit.

Enam KKB Masih Aktif

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Inspektur Jenderal Mathius D. Fakhiri menyebut setidaknya ada enam kelompok kriminal bersenjata ( KKB) di Papua yang masih aktif beraksi di Bumi Cenderawasih.

Kapolda menyebut nama yang memimpin kelompok kriminal bersenjata itu, di antaranya Lekagak Telenggen dan Egianus Kogoya.

“Mereka masih aktif melakukan kekerasan bersenjata yang akhirnya menjadi teror bagi masyarakat,” imbuh Fakhiri, Minggu (2/5/2021).

Menurut Inspektur Jenderal Mathius, keenam KKB tersebut tidak beraksi di semua wilayah Papua. Mereka hanya beraksi di beberapa tempat saja.

“Dari kepolisian, dari yang sudah kami petakan, sebenarnya kelompok ini adalah kelompok yang besar, tapi yang aktif ada enam kelompok di Puncak, Intan Jaya dan Nduga," ujar Kapolda.

Baca juga: Mahfud MD Klaim 92 Persen Warga Papua Setuju dengan NKRI, Segelintir Lainnya Jadi Teroris KKB Papua

Irjen Mathius D. Fakhiri pun membeberkan sepak terjang masing-masing kelompok tersebut.

Pada 2021, KKB pimpinan Lekagak Telenggen menjadi kelompok yang paling aktif membuat "aksi kekerasan" di Kabupaten Puncak.

Kemudian KKB Pimpinan Sabinus Waker pada 2020 "sangat meresahkan" di Intan Jaya.

Selain itu, Fakhiri menyebut kelompok baru yang merupakan bagian dari kelompok Lekagak Telenggen yang mulai "aktif melakukan teror"

"Ada kelompok Lekagak Telenggen, Militer Murib, Sabinus Waker, ada kelompok Paniai, ada kelompok Ndugama Egianus Kogoya, dan ada sempalan-sempalan kelompok Lekagak yang sudah muncul," tutur perwira menengah Polri dengan tiga melati dipundaknya tersebut.

Selain enam kelompok tersebut, Fakhiri mengungkapkan sudah ada beberapa KKB yang sudah tidak aktif. Bahkan sudah ada yang telah kembali di tengah masyarakat. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Anggota KKB Papua Tertembak oleh Senjatanya Sendiri, Mendadak Tobat dan Kembali ke NKRI

Berita Nasional Terkini

Berita Seputar KKB Papua

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved