Rabu, 22 April 2026

Lebaran Idul Fitri 2021

Harga Sembako di Samarinda Diambang Normal, Klaim Dinas Perdagangan Usai Tinjau Pasar

Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Marnabas, ikut serta dalam kegiatan peninjauan Bahan Pokok dan Bahan Penting.

Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Walikota Samarinda, Andi Harun, saat memantau Bahan Pokok dan Bahan Penting (Bapokting) di Pasar Segiri Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (10/5/2021). TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Marnabas, ikut serta dalam kegiatan peninjauan Bahan Pokok dan Bahan Penting (Bapokting) menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah, Senin (10/5/2021).

Kegiatan yang diikuti oleh Walikota Samarinda Andi Harun, dan Wakil Walikota Samarinda Rusmadi, menelusuri beberapa titik di Kota Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim).

Dimulai dari Pasar Segiri Samarinda di jalan Pahlawan, Samarinda. Lalu ke Indogrosir jalan A.W Syahranie, ke SPBU di jalan Juanda, serta terakhir di Perum Bulog Samarinda.

Marnabas menjelaskan, bahwa harga kenaikan komoditas menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) masih diambang normal.

Baca Juga: Harga Sembako Samarinda, Walikota Andi Harun Tinjau Pasar, Pangan Daging, Ikan, Ayam Naik 100 Persen

Walau harga ayam masih bergejolak, pihaknya nanti ada stok tambahan.

"Kalau harga sudah kita tinjau tadi, masoh di atas diambang normal, seperti ayam kan masih bergejolak di harga Rp. 33 ribu hingga Rp. 35 ribu," ungkapnya saat diwawancarai Tribunkaltim.co di Kota Samarinda.

Ia melanjutkan kalaunya harga masih dalam keadaan normal masih bisa dibawa santai.

Namun kalau harga sudah tidak masuk diakal lagi maka akan turun bekerjasama dengan para pihak ketiga yang mempengaruhi terhadap penjualan di pasar.

"Karena kita tidak menginginkan juga pola pedagang. Nanti ada yang bertanya kenapa bapak tidak operasi pasar, kalau harga masih normal ya tidak usahlah," sebutnya.

Ia juga menuturkan, bahwa dengan adanya kampung Keluarga Berencana (KB) maka stok pasukan cabai bisa terbantu di Kota Tepian julukan Kota Samarinda.

"Jangan khawatir kita punya kampung KB, dengan kampung KB panen Cabai itu bisa dimanfaat, inovasinya itu ya melalui kampung KB," sebutnya.

Lanjutnya bahwa kampung KB belum bisa menopang sepenuhnya, karean di Ibu Kota Kaltim ini, hanya ada 59 kampung KB.

"Tetapi paling tidak, minimalnya memenugi kebutuhan di kampung KB," pungkasnya.

Walikota Andi Harun Tinjau Pasar

Walikota Samarinda Andi Harun mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda lakukan peninjauan Bahan Pokok dan Bahan Penting (Bapokting) di beberapa titik di Samarinda menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah, Senin (10/5/2021).

Kegiatan tersebut, turut ditemani Wakil Walikota Samarinda Rusmadi, dan juga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yakni Dinas Perdagangan Kota Samarinda.

Perjalanan rombongan tersebut dimulai dari Pasar Segiri Samarinda di jalan Pahlawan, Samarinda.

Lalu ke Indogrosir jalan A.W Syahranie, ke SPBU di jalan Juanda, serta terakhir di Perum Bulog Samarinda.

Baca Juga: Harga Sembako di Tarakan, 3 Hari Sebelum Idul Fitri, Pembelian Ikan Sepi Dampak dari Covid-19

"Kita mengecek pasokan bahan pangan dan harga apakah mencukupi menjelang hari raya idul fitri 1442 Hijriah," ujarnya saat diwawancarai awak media.

AH sapaan karibnya, melanjutkan bahwa mengalami kenaikan harga paling terasa terjadi di pasar tradisional.

Seperti halnya daging, ikan, ayam dan juga cabai, peningkatannya dari 20 sampai 100 persen.

"Ini akan menjadi bahan kajian bagi Pemkot Samarinda, BI wilayah Kaltim, serta stakeholder lain. Karena hal ini (Daya beli masyarakat) menjadi faktor mempengaruhi inflasi," tuturnya.

Baca Juga: Harga Sembako di Bulungan, Jelang Lebaran 2021, Bupati Syarwani Pastikan Pasokan Aman

Baca Juga: Harga Sembako di Tarakan, 5 Hari Sebelum Idul Fitri, Cabai Masih Rp 130 Ribu dan Ayam Rp 45 Ribu

Mantan Wakil Ketua DPRD Samarinda tersebut mengaku, pihaknya akan mengkaji untuk mengetahui apa yang menjadi faktor kenaikan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) itu.

Apakah terjadi lantaran kurangnya pasokan yang akhirnya berlaku 'supplay and demand', atau karena proses distribusi, ataukah malah masalah struktural pasarnya.

"Supaya kita tidak berspekulatif, kita akan pelajari data ini. Dan mudah-mudahan pada lebaran idul adha mendatang, harga sudah bisa kita tekan. Kita akan urai semua secara detailnya," jelasnya.

Lantaran, tuturnya harga komoditas pada bahan yang lain telah dikategorikan aman, seperti halnya beras, jika adanya tak lebih dari 5 persen besarannya, sehingga perlunya evaluasi itu.

Baca Juga: Harga Sembako di Kaltara, Komoditas Bawang dan Cabai Kerap Naik, Dinas Pertanian Klaim Panen Kurang

Sebab, sambung Andi Harun, harga komoditas pada bahan yang lain telah dikategorikan aman.

Seperti beras, yang jika pun terjadi kenaikan disebutnya tak lebih dari 5 persen besarannya.

Komoditas lain tidak mengalami peningkatan. Tetapi kenapa di ikan, ayam, daging, maupun cabai mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

"Kita akan evaluasi semua, mulai dari ketersediaan sampai struktur pasarnya," pungkasnya.

Satgas Pangan untuk Mantau Harga

Setiap tahun Satgas Pangan selalu memantau perkembangan pasar selama bulan suci Ramadhan dan menjelang hari raya.

Jika memang ada temuan oknum yang bermain harga maka akan ditindak tegas.

Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kaltim Nazrin, Senin (12/4/2021).

Baca Juga: Inflasi 3 Bulan Terakhir tak Sampai 1 Persen, BI Kaltim Minta Satgas Pangan Pantau Harga Sembako

Baca Juga: Tak Berikan Izin Pasar Ramadhan di Lapangan Ahmad Yani, Bupati Bulungan: Jangan Salah Persepsi

Pihaknya bersama Satgas Pangan akan terus memantau kondisi harga sembako selama Ramadhan berlangsung.

Jika memang ada laporan dari warga terkait lonjakan harga sembako, pihaknya langsung gerak cepat untuk memberikan tindakan.

Untuk tindakan pertama yaitu memberikan teguran terlebih dahulu bagi spekulan ataupun oknum pedagang yang bermain harga.

Baca Juga: Sambut Ramadhan 2021, Bazma Pertamina RU V Tebar Sembako Dukung Siaga Pangan

Baca Juga: Lahan Tidur di Kaltim Bisa Diolah untuk Produksi Pangan, Wamen ATR Surya Tjandra: Bisa Dimanfaatkan

Jika teguran tersebut tidak memberikan dampak maka akan diberikan sanksi. Ia menegaskan sanksi paling berat adalah sanksi pidana.

Namun selama ini belum ada sanksi pidana yang terjadi di lapangan.

"Tindakan ada selama ini tindakan ada. Biasanya paling sering elpiji BBM Kita Ada namanya Peringatan satu dua kalau tidak berubah akan ditindak. Belum ada dipidana saat ini masih (belum)," ucap Nazrin.

Sementara itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membeli kebutuhan dengan jumlah banyak.

Baca Juga: Jelang Ramadan 2021 di Kutai Timur, Harga Bahan Pokok Pangan Masih Terpantau Normal

Baca Juga: Jelang Ramadhan 2021, Ketua DPRD Berau Madri Pani Minta Pemkab Pastikan Stok Pangan Warga Terpenuhi

Untuk itu ia berpesan jika membeli bahan pokok sesuai dengan kebutuhan.

"Kebiasaan kita mau bulan puasa stok banyak padahal kita masih ada tiga empat bulan. ibu-ibu ini harus menahan dirilah. Tidak usah panik," pungkasnya. 

Berita tentang Walikota Andi Harun

Berita tentang Ramadhan 2021

Berita terkait Samarinda

Penulis Muh Riduan | Editor: Budi Susilo

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved