Banjir di Berau
BPBD Berau Belum Pastikan Kerugian Setelah Banjir
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau masih melakukan pendataan atas kerugian yang dialami korban banjir di 4 Kecamatan.
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
Untuk sekarang pihak pemerintahan sudah cukup terbantu oleh berbagai pihak.
“Belum ada perhitungan lagi, masih proses perhitungan. untuk bantuan korban banjir kan tak hanya datang dari pemerintah, ada perusahaan, komunitas, hingga masyarakat sendiri,” tutupnya.
Biang Kerok Banjir di Berau
Berita sebelumnya. Hujan deras yang melanda Kabupaten Berau sejak 12 Mei lalu, membuat Sungai Kelay dan Sungai Segah meluap.
Akibatnya, jalan Kampung Bena Baru terputus, dan rumah-rumah warga terendam banjir.
Bencana banjir ini disebut yang terbesar dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.
Baca Juga: Banjir di Berau, Kepala BPBD Sebut Tersisa 5 Kampung yang Masih Terendam
Baca Juga: Belasan Kampung Terendam Banjir di Berau, Wabup Bantah akibat Tanggul Perusahaan Batubara Jebol
Berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, sebanyak 2.308 KK yang terdampak dari banjir yang terjadi bersamaan dengan momen Hari Raya Idul Fitri 1442 H.
Luapan Sungai Kelay itu merembes hingga tanggul salah satu tambang batubara yang beroperasi di Berau mengalami tanggul jebol pada Minggu, 16 Mei.
Jebolnya tanggul batubara yakni PT RUB disinyalir ikut memperparah kerusakan yang ada, terutama bagi warga di kampung Bena Baru.
Baca Juga: Banjir di Berau, Hanya Rugi Benih, Kampung Tumbit Melayu Sudah Melewati Masa Panen
Baca Juga: Kondisi Terkini Banjir di Berau, Bupati Sri Juniarsih Sebut akan Fokus Penanganan Pasca Banjir
Meluapnya Sungai Kelai serta Sungai Segah oleh pemerintah Kabupaten Berau disebut-sebut sebagai banjir tahunan yang kerap dialami warga.
Jatam Kaltim melalui siaran persnya yang diterima Tribun Kaltim Rabu (19/5/2021) menyebutkan, pemerintah tampak bersembunyi di balik narasi fenomena alam yang normal dan terjadi sepanjang tahun.