Berita Berau Terkini
Ternak Babi di Maluang dan Paribau Berau Terserang ASF, Sudah Puluhan yang Mati
Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau, pastikan puluhan babi di Kampung Maluang dan Paribau, Kecamatan Gunung Tabur, positif terserang virus
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau, pastikan puluhan babi di Kampung Maluang dan Paribau, Kecamatan Gunung Tabur, positif terserang virus African Swine Fever (ASF) yang dapat menyebabkan kematian babi hingga 100 persen.
Kepala Distanak Berau, Mustakim mengakui, diagnosa tersebut didapat setelah pihaknya melakukan uji sampel darah dan juga organ dari babi yang mati tersebut.
Uji sampel sendiri dilakukan oleh oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Timur dengan Balai Veteriner Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Baca Juga: Dari Hasil Uji Sampel, DLHK Berau Pastikan Air Sungai Kelay Aman
Baca Juga: Satgas Kelurahan di Berau Pastikan Prokes Berjalan Aman Saat Kegiatan Masyarakat
“Dari catatan Distanak, sudah ada terhitung 78 ekor babi yang mati dari jumlah populasi 680,” jelasnya, Senin (24/5).
Mustakim mengatakan, ASF sendiri merupakan kasus pertama yang terjadi di Berau.
Sebelumnya kasus ini pernah terjadi di Sumatera Utara beberapa waktu lalu.
Pengujian itu dipastikan 100 persen benar.
Sebelumnya, dugaan awal pihaknya yaitu penyakit Hog Cholera.
Baca Juga: Belum Ada Kesepakatan, Penyelesaian Batas Berau dan Kutim Dibawa ke Pusat
Baca Juga: Memaksimalkan Penggunaan Kartu Tani di Berau, Sebagian Besar Masih Menebus Pakai KTP
Untuk memutus penyebaran ini, pihaknya mengambil langka Stamping Out atau mengeliminasi keseluruhan ternak warga tersebut.
Jika tetap disatukan, dikhawatirkan, penularan akan semakin masif.
"Karena ini kebanyakan milik pribadi, perlu ada negosiasi terlebih dulu dengan masyarakat tapi dalam perkembangannya saat minggu lalu kita periksa masih ada beberapa yang hidup," katanya.