Kamis, 9 April 2026

Ekonomi dan Bisnis

Berikut Pemegang Saham Terbesar dari GoTo, Bukan Perusahaan Indonesia

Duo startup unicorn Indonesia Gojek dan Tokopedia berkolaborasi untuk merger dan melahirkan grup usaha terbaru bernama GoTo

Editor: Budi Susilo
HO/KOMPAS.COM
Super ekosistem GoTo yang tercipta berkat kolaborasi bisnis antara Gojek dan Tokopedia dinilai tidak akan mendominasi pasar digital di Indonesia. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Duo startup unicorn Indonesia Gojek dan Tokopedia berkolaborasi untuk merger dan melahirkan grup usaha terbaru bernama GoTo.

Namun, dibalik bersatunya dua perusahaan itu ternyata bukan disokong oleh perusahaan asal Indonesia.

Lahirnya GoTo, rupanya diinisiasi oleh dua gurita korporasi yang jadi pemegang saham terbesarnya adalah SoftBank asal Jepang dan Alibaba Group dari China.

SoftBank dan Alibaba memang telah menjadi penyokong suntikan modal Gojek dan Tokopedia sejak beberapa tahun terakhir untuk pengembangan usahanya.

Baca Juga: Kehadiran GoTo Bukan Ancaman tapi Solusi Bagi Ekonomi Indonesia

Mengutip dokumen yang dirilis oleh Nikkei Asia Review, Selasa (25/5/2021), ada fakta menarik di balik pemegang saham mayoritas GoTo.

Dalam laporan itu, 58 persen saham GoTo akan dimiliki oleh Gojek dan sisanya 42 persen milik Tokopedia.

Sementara itu, SoftBank Group bakal menguasai 15,3 perseb saham GoTo dab Alibaba Group Holding dengan mendapat jatah 12,6 persen saham perusahaan.

Tak sampai di situ, pemegang saham lainnya di GoTo juga akan dimiliki Telkomsel, Astra Internasional, dan Google di bawah 10 persen.

Melantai Bursa di AS

Ekspansi GoTo dikabarkan akan melakukan initial public offering (IPO) di bursa saham Amerika Serikat (AS).

Meski Nikkei belum bisa memastikan kabar tersebut, GoTo tampaknya akan IPO terlebih dahulu di Indonesia.

Untuk valuasi IPO di Indonesia, GoTo nilai valuasinya diperkirakan mendekati 40 miliar dollar AS atau hampir dengan capaian Grab Holding.

GoTo merupakan perusahaan besar dengan basis karyawan yang besar dan operasi yang canggih dan sangat kompleks, jadi ada banyak pekerjaan integrasi yang harus dilakukan sebelum IPO.

Baca Juga: Gojek dan Tokopedia Merger Bentuk GoTo, Apa Keuntungan Pelanggan dan Driver?

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved