Rabu, 22 April 2026

Ekonomi dan Bisnis

Berikut Pemegang Saham Terbesar dari GoTo, Bukan Perusahaan Indonesia

Duo startup unicorn Indonesia Gojek dan Tokopedia berkolaborasi untuk merger dan melahirkan grup usaha terbaru bernama GoTo

Editor: Budi Susilo
HO/KOMPAS.COM
Super ekosistem GoTo yang tercipta berkat kolaborasi bisnis antara Gojek dan Tokopedia dinilai tidak akan mendominasi pasar digital di Indonesia. 

Strategi yang dikembangkan GoTo akan memberikan banyak manfaat bagi sektor UMKM dan juga para konsumennya.

Mereka (GoTo) ingin membentuk sebuah ekosistem yang paling komplit dan kompleks.

Baca Juga: Percepat Birokrasi Pembayaran Pajak Kendaraan, Polda Kaltim Luncurkan 2 Aplikasi di Balikpapan

Ketika sebuah perusahaan berhasil membentuk ekosistem kompleks dan variatif, dampaknya valuasi ekonominya akan meningkat.

"Dengan nilai valuasi yang tinggi dan ekosistem kuat maka fundamental bisnis GoTo juga makin kokoh,” ungkapnya.

Kekuatan fundamental diperlukan oleh semua perusahaan, termasuk GoTo Group untuk menjamin keberlanjutan bisnisnya dalam jangka panjang.

Terlebih, kata Nailul, meskipun telah membentuk sebuah super ekosistem, GoTo harus tetap berkompetisi dengan para kompetitornya masing-masing.

Baca Juga: Peresmian Aplikasi Support Ragam, Wakil Bupati Gamalis: Bisa jadi Contoh Bagi Kelurahan di Berau

Gojek, menurutnya, masih tetap harus berkompetisi dengan Grab dan munculnya aplikator ride-hailing lainnya seperti Bonceng, Anterin, Maxim, dan lainnya.

Begitu pun Tokopedia yang saat ini berkompetisi secara ketat di bisnis e-commerce terutama dengan Shopee.

Di luar itu masih ada pemain e-Commerce besar lainnya seperti Lazada, Bukalapak, JD.ID, Blibli, dan lainnya.

Dengan tingkat persaingan yang sangat terbuka tersebut maka kehadiran GoTo tidak serta merta akan menciptakan dominasi pasar.

Baca Juga: Tiga Kota di Kaltim, BKKBN Data Keluarga Gunakan Aplikasi Khusus dalam Smartphone

Menurut Nailul, terlalu jauh menyamakan kehadiran GoTo di Indonesia dengan dominasi Alibaba Group di China yang kemudian menciptakan monopoli.

”Saya rasa (kolaborasi GoTo) tidak akan mengarah monopoli melainkan penguasaan pangsa pasar. Tidak akan terjadi monopoli seperti Alibaba walaupun semua perusahaan teknologi pasti ingin sebesar Alibaba. Untuk GoTo, kolaborasi ini akan meningkatkan kemampuan bersaing di tingkat ASEAN dan domestik yang akan semakin ketat,” terangnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved