Minggu, 26 April 2026

Berita Bontang Terkini

Jeritan Pedagang Lang-lang Bontang Dihimpit Angsuran Bank, Pemkot Bontang Berlakukan Pembatasan

Terlilit hutang akibat sumber pendapatan hilang, memaksa pedagang di Lapangan Bessai Berinta Lang-lang, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur.

Penulis: Ismail Usman | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Lapak dagangan penjual di Lapangan Besssai Berinta Lang Lang, Kota Bontang, Kalimantan Timur, yang kembali ambruk akibat tidak ditempati sejak tahun lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Terlilit hutang akibat sumber pendapatan hilang, memaksa pedagang di Lapangan Bessai Berinta Lang-lang, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, harus gali lubang tutup lubang.

Sudah setahun lebih lamanya, Yulia bukan nama sebenarnya tak lagi berjualan.

Penghasilan harian karut marut, sejak seluruh aktifitas di Lapangan Lang Lang tempatnya berjualan harus dihentikan.

Wanita berusia 43 tahun itu bercerita, ia dan suaminya berjualan bakso dan mie ayam di lapak Stadion Lang-Lang sejak 2012 lalu.

Baca Juga: Dugaan Pungli di Pasar Tamrin Bontang, Pedagang Mengaku Ditagih Setiap Hari

Seiring waktu, usaha yang dijalani kian membaik. Setelah suami berhenti kerja, warung mie ayam miliknya jadi satu-satunya sumber pendapatan keluarga. 

Saat diterjang badai Covid-19 di awal 2020, ekomomi keluarganya babak belur akibat sumber pendapatannya ditutup.

"Langsung ditutup lapangannya, kami kehilangan pendapatan. Jadi pelan-pelan kami coba buka dirumah, karena simpanan mulai berkurang," ungkapnya Senin (31/5/2021). 

Memasuki bulan ke-4, kondisi Covid-19 sempat membaik. Pemerintah pun akhirnya membuka kembali segala aktifitas di Lapangan.

Baca Juga: IPTM Temui DPRD Samarinda, Mencari Solusi Para Pedagang di Tepian Mahakam

Namun keputusan itu hanya bertahan dua pekan, lantaran lagi-lagi Virus Coronan kembali mengancam.

Penutupan ke 2 ini, kata Yulia banyak menuai masalah. Para penjual banyak mengeluarkan biaya perbaikan lapak yang ambruk akibat lama ditutup.

Walhasil, pedagang pun justru merugi. Sebab modal usaha belum sempat kembali.

"Kami pinjam uang di Bank saat awal di buka itu. Karena kami butuh perbaiki lapak dan uang modal untuk jualan. Tapi ternyata baru dua minggu lapangan kembali ditutup lagi. Modal belum sempat kembali," kata Yulia.

Baca Juga: UPT Pasar Tamrin Bontang Mengelak, Adanya Pungli Didasari Inisiatif Sesama Pedagang

Usai itu, angsuran Bank pun menanti. Bank tak peduli, pinjaman uang harus kembali meski nasabah tak punya pendapatan lagi.

Yulia mengaku tak sendiri. Beberapa pedagang lainnya juga bernasib serupa, terlilit hutang yang harus dibayar setiap hari.

Pedagang Mie Ayam itu kini memilih berjualan di lorong gang sempit di Kelurahan Api-api.

Pilihan berjualan di gang sempit harus dilakoni demi tuntutan angsuran bank yang terus menghimpit. 

Baca Juga: Unit Pelaksana Teknis Terima Banyak Keluhan dari Para Pedagang Pasar Tamrin Bontang

Hasil pendapatan berjualan dilorong sempit ini pun hanya sedikit.

"Sedikit dapatnya. Enggak kaya sebelumnya di Lang-lang. Makanya saya minta supaya bapaknya cari kerja lagi, kalau begini susah mas. Urusan perut tak bisa ditahan-tahan," katanya.

Pedagang lain juga menjerit. Pemerintah diminta peka. Janji pendirian pusat kuliner di Lang-Lang yang dulu disuarakan menguap begitu saja.  

Pedagang berharap bisa kembali berjualan. Supaya jerat hutang bisa dilonggarkan.

"Iya kalau bisa dibuka lagi lah. Jangan padahal janjinya bakal dibuka. Tapi buktinya mana. Kasian penjual karena tidak punya pendapatan," pungkasnya.

Tutup Lapak Pedagang di Lang-lang

Berita sebelumnya. Pemkot Bontang tetap melarang pedagang di Lapangan Bessai Berinta atau Lang-Lang saat perhelatan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) ke 42 digelar di Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur.

Rencanannya, deretan lapak pedagang disana akan ditutup panitia pelaksana menggunakan baliho agar menambah keindahan di lokasi acara.

"Yah kalau dari saya ditutupi (tenda pedagang-red),"ujar M Bahri Ketua Panitia MTQ ke 42 saat ditemui di gedung arena utama, Senin (31/5/2021). 

Namun keputusan belum bersifat final. Sebab bisa saja berubah apabila kepala daerah mengubah kebijakan yang sudah disepakati. 

Baca Juga: Pemkot Bontang Batasi Jumlah Penonton MTQ ke 42 Kaltim, Warga Bisa Saksikan Lomba Secara Virtual

"Nah itu tergantung pimpinan saya lagi," katanya. 

Diketahui pedagang makan dan minuman di Lapangan Lang-Lang sudah lebih setahun tak beroperasi. Pemerintah menutup lapangan Lang-lang dengan alasan pandemi Covid-19.

Sebelumnya salah satu anggota Dewan sempat mendesak pemerintah agar segara membuka kembali lapangan Lang-lang.

Namun lagi-lagi gagal lantaran Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata belum mendapat persetujuan dari Tim Satgas COVID-19. 

Baca Juga: Jelang MTQ Tingkat Kalimantan Timur, 45 Kafilah Ikuti Training Center di Sangatta

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Daerah Kota Bontang Aji Erlynawati membenarkan rencana itu. 

Kata Aji, sejak tak beroperasi, lapak milik pedagang tak terurus. Beberapa bagian lapak terlihat mulai ringsek. 

"Yah kita tutup baliho, kan ada tamu nanti terlihat kumuh,"katanya. 

Dari pantauan TribunKaltim.co, sejumlah lapak milik pedagang di sekitar Lapangan Lang-Lang tampak tak terurus. 

Baca Juga: Butuh Uluran Tangan, Isnan Hafidz Juara MTQ Asal Kukar Mengalami Bengkak di Pipinya

Bahkan, sebagian tenda milik pedagang ambruk. Ranting-ranting pohon kelapa sawit menjulang menyebabkan tenda payung pedagang rusak. 

Berita tentang Bontang

Penulis Ismail Usman | Editor: Budi Susilo

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved