Berita Kaltara Terkini
Selain Tarakan dan Nunukan, Gubernur Zainal Ingin SPBE Baru Akomodir 3 Wilayah Lainnya di Kaltara
Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, mengapresiasi pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Kota Tarakan.
"Artinya ketahanan LPG di Tarakan dan Nunulan selama 20 hari terjamin," ungkapnya.
Ini juga lanjut Freddy, sebagai entry point di Tarakan dan Nunukan, jika memungkinkan nantinya akan perluas dan dilanjutkan ke Malinau, KTT dan Bulungan.
Dan terpenting lagi, SPBE sebagai mitra pemerintah karena SPBE ini dikelola Juanda membuktikan ada komitmen LPG.
"Juga bisa masuk ke perbatasan yang selama ini tidak dipungkiri dilayani Malaysia," ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran SPBE bisa menambah lapangan kerja di Kalimantan Utara.
Outputnya, selain bisa melayani masyarakat juga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara.
Mudah-mudahan dengan tersedianya depot BBM dan LPG di Kalimantan Utara, barometer perekonomian bisa meningkat.
"Apapun yang menjadi permintaan atau terkari BBM dan LPG dari pemerintah dan warga kami siap support," pungkasnya.
Kelangkaan LPG 3 Kg di Nunukan
Di tempat terpisah. Kelangkaan gas elpiji 3 Kg kembali menjadi sorotan publik di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Bagaimana tidak pasokan tabung gas bersubsidi itu dinilai telah melebihi jumlah warga miskin di wilayah Nunukan termasuk Sebatik.
Namun, masih saja ditemukan kelangkaan di lapangan. Bahkan, warga yang memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan, sekalipun terpaksa membeli kepada pengecer dengan harga yang melambung tinggi.
Baca Juga: Karut Marut Distribusi Tabung Elpiji 3 Kg, Antrean Warga Nunukan Panjang di Kantor Lurah
Diketahui, sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), warga yang tergolong miskin di Nunukan tak sampai 4 ribu jiwa.
Sementara, per minggu jatah gas bersubisidi di Nunukan sekira 10.500 tabung.