Berita Kaltara Terkini

Selain Tarakan dan Nunukan, Gubernur Zainal Ingin SPBE Baru Akomodir 3 Wilayah Lainnya di Kaltara

Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, mengapresiasi pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Kota Tarakan.

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
PERESMIAN - Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang saat memantau kondisi SPBE yang siap beroperasi usai diresmikan Senin (7/6/2021). TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

Untuk wilayah Sebatik, warga miskin yang terdata hanya 3.800 jiwa, sementara itu pasokan tabung gas 3 Kg sampai 10 ribu tabung.

Sales Branch Manager Rayon V Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (Kaltimut), Azri Ramadan, mengatakan, siang tadi pihaknya telah menggelar operasi pasar gas elpiji 3 Kg di Kelurahan Nunukan Tengah.

Harga jual tabung sesuai HET yang berlaku yakni Rp16.500 per tabung.

Baca Juga: Elpiji 3 Kg di 2 Kelurahan Langka, Ini Peringatan Kabag Ekonomi Setkab Nunukan ke Lurah

Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti isu kelangkaan yang diajukan oleh pemerintah daerah Nunukan.

"Ini bukan penambahan kuota reguler tapi sifatnya insidentil. Kami merespon surat permohonan pemerintah daerah untuk melalukan operasi pasar. Ada dua kelurahan yang mengalami kelangkaan yakni Nunukan Timur dan Nunukan Tengah," kata Azri Ramadan kepada TribunKaltara.com, Senin (17/05/2021), sore.

Jatah gas elpiji 3 Kg untuk dua kelurahan itu sebanyak 560. Sehingga masing-masing kelurahan mendapatkan 280 tabung.

Menurutnya, isu kelangkaan gas bersubsidi di Nunukan baru kali ini terjadi, lantaran keterlambatan supply akibat cuaca yang kurang baik.

"Menurut saya kelangkaan ini karena keterlambatan kapal LCD kami. Jadi faktor cuaca yang tidak bisa dihindari sehingga supply ke Nunukan terkendala. Baru kali ini juga langka, bulan sebelumnya tidak," ucapnya.

"Kuota Nunukan itu sebanyak 74 ribu tabung per bulan. Kita juga harus pahami bahwa kondisi geografis Nunukan hanya didukung dengan transportasi laut. Jadi pengambilannya itu sekira 5-7 hari. Kalau warga bilang kelangkaan terjadi terus menerus, saya pikir ada masalah pada bagian peruntukkannya. Kalau untuk warga miskin ya peruntukkannya di lapangan harus tepat sasaran," ujarnya.

Ia mengaku, pengawasan yang dilakukan Pertamina terhadap agen termasuk pangkalan sudah maksimal.

Baca Juga: Terulang Lagi! Napi Kasus Narkotika Kabur dari Lapas Nunukan Usai Angkat Barang Titipan Lebaran

"Tapi hasilnya yang kurang maksimal. Petugas kami sudah maksimal dalam melakukan pengawasan. Jadi gini, selama ini supply tabung gas 3 Kg itu dari Balikpapan ke Tarakan.

Lalu di Tarakan ada gudang Pertamina untuk ditampung sementara. Setelah itu diangkut ke Nunukan menggunakan kapal. Pengangkutan per minggu itu 4.480 sampai 6 ribuan tabung," tuturnya.

Azri menyampaikan, Juni 2021 mendatang, pihaknya akan melaunching Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Tarakan.

Hal itu sebagai upaya untuk mengatasi keterlambatan supply termasuk kelangkaan tabung gas bersubsidi di Nunukan.

"SPBE itu merupakan supply point untuk pengisian tabung LPG di Tarakan. Jadi nanti tidak menggunakan supply dari Balikpapan lagi. Dan ketahanan stok bisa sampai 20 hari. Mudahan tidak ada keterlambatan dan kelangkaan lagi," ungkapnya. 

Berita tentang Nunukan

Penulis Andi Pausiah | Editor: Budi Susilo

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved