Selasa, 5 Mei 2026

Berita Bulungan Terkini

Puluhan Babi Mati di Bulungan Diduga Terjangkit ASF, Warga Kurangi Konsumsi Daging Babi

Puluhan babi yang ada di Desa Long Lasan dan Long Pelaah, Kecamatan Peso ditemukan mati mendadak.

Tayang:
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi |
HO/TRIBUNKALTIM.CO
Camat Peso, Jonilius mengatakan, puluhan babi yang ada di Desa Long Lasan dan Long Pelaah, Kecamatan Peso ditemukan mati mendadak. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR- Puluhan babi yang ada di Desa Long Lasan dan Long Pelaah, Kecamatan Peso ditemukan mati mendadak.

Kondisi tersebut diketahui telah terjadi semenjak tiga minggu yang lalu, namun semakin marak dalam minggu ini.

Dinas Pertanian Bulungan pun telah turun tangan, untuk melakukan pengambilan sampel pada babi-babi yang mati, guna menguji apakah kematian babi-babi tersebut disebabkan oleh African Swine Fever (ASF).

Hal tersebut diungkapkan Camat Peso, Jonilius, Jumat (11/6/2021) saat dihubungi via sambungan telepon.

"Memang ada informasi babi yang mati itu, di Desa Long Pelaah dan Long Lasan," kata Camat Peso, Jonilius.

Baca juga: BKP Tarakan Gandeng Media Sosialisasikan Bahaya Virus ASF pada Babi

"Kalau di Long Lasan katanya sudah tiga minggu ini, sementara untuk Kecamatan Peso baru di dua desa ini," tambahnya.

Mendapati puluhan babi yang mati, banyak warga Peso kemudian mengurangi aktivitas memburu babi dan serta mengurangi mengonsumsi daging babi.

Di samping adanya imbauan dari pihak Kecamatan Peso, untuk selektif dalam melakukan perburuan serta konsumsi babi.

"Untuk yang memburu babi dengan bawa anjing gitukan tolong diperhatikan, kalau ada yang bergejala jangan diambil, jangan dibawa pulang," katanya.

"Untuk sementara, masyarakat kami imbau untuk selektif mengonsumsi dan konsumsi memang menurun. Pemburu juga agak takut, kalau dibawa pulang, jadi sekarang mereka tidak lakukan itu," tuturnya.

Lebih lanjut, Jonilius mengatakan selain pengambilan sampel dari babi yang telah mati, pihak Dinas Pertanian juga telah memberikan disinfektan kepada para warga yang memiliki ternak babi.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit, termasuk dugaan penyakit ASF.

"Untuk saat ini dari Dinas Pertanian ada kasih bantu disinfektan, sejak Selasa sudah di sini, mereka rencana mau ambil sampel di Long Pelaah dan Long Lasan," tuturnya.

Baca juga: Ternak Babi di Maluang dan Paribau Berau Terserang ASF, Sudah Puluhan yang Mati

ASF yang Jangkiti Babi Bukan Zoonosis

Diberitakan sebelumnya, Dinas Pertanian Bulungan memastikan African Swine Fever (ASF), yang menjangkiti babi tidak memiliki sifat zoonosis.

Sehingga penyakit yang disebabkan oleh virus, dengan Genus Asfivirus dan Family Asfarviridae ini, tidak menular pada manusia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Staf Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Bulungan, Deny, Jumat (11/6/2021).

"Penyakit ternak ada dua sifatnya, satu zoonosis yang bisa menular ke manusia, dan non zoonosis yang tidak menular," ujar Staf Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Bulungan, Deny.

"Untuk ASF, dia ini bukan zoonosis, artinya dia tidak menyebar ke manusia," tambahnya.

Baca juga: Ternak Babi di Maluang dan Paribau Terserang ASF, Ini Harapan DPRD Berau

Sehingga pihaknya meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir atau takut terkena ASF, bila melakukan kontak langsung dengan babi.

Kendati bukan zoonosis, penyakit yang pertama kali masuk di Indonesia pada awal 2020 ini, dapat menyebabkan penyakit pada babi, bahkan dengan fatalitas 100 persen.

Ini berarti bila ada sepuluh ekor babi yang terjangkit, maka kesepuluh babi tersebut, besar kemungkinannya berujung pada kematian.

"Tapi untuk kerugian ekonominya bagi peternak itu bisa 100 persen, artinya bisa semua ternak itu mati bila terjangkit," katanya.

Menyangkut adanya dugaan ASF di Bulungan, pihak Dinas Pertanian Bulungan telah menurunkan tim untuk mengambil sampel ke Kecamatan Peso, tepatnya di Desa Long Lasan dan Desa Long Pelaah.

Baca juga: Dugaan Virus ASF, Dinas Pertanian Bulungan Ambil Sampel di Kecamatan Peso

Di mana dalam seminggu terakhir, setidaknya terdapat puluhan babi, baik babi hutan maupun babi ternak yang mati secara mendadak.

Pihak Dinas Pertanian Bulungan, mengaku belum dapat memastikan apakah kematian babi-babi di wilayah Peso, positif ASF atau tidak, mengingat masih memerlukan hasil pengujian sampel di laboratorium.

Berita tentang Bulungan

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Rahmad Taufiq

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved