Buah Sawo
Cara Merawat Pohon Sawo agar Tetap Subur dan Hasil Buahnya Bagus
Berikut tips dari Pakar Ilmu dan Pangan Indonesia, Bernatal Saragih untuk merawat pohon sawo kita.
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Setelah tahu cara menanam bibit sawo kita perlu melakukan perawatan.
Berikut tips dari Pakar Ilmu dan Pangan Indonesia, Bernatal Saragih untuk merawat pohon sawo kita.
Pertama Ia menjelaskan lakukan pemupukan pada 3 fase.
Yaitu fase adaptif, vegetatif dan produktif.
Dosen Fakultas Pertanian Unmul ini menjelaskan Fase Adaptif adalah saat tumbuhan berumur sekitar 0 sampai 3 tahun.
Baca juga: Rahasia Buah Sawo untuk Kesehatan Tubuh yang Tidak Boleh Disepelekan, Nomor 3 Luar Biasa
Dikatakannya pada fase ini lakukan pemupukan cukup menggunakan pupuk kandang dengan dosis sekitar 5 sampai 7 kilogram per lubang.
"Karena pupuk alami lebih bagus untuk merangsang pertumbuhan tanaman kita," jelasnya.
Lalu fase Vegetatif, yaitu saat tanaman berumur 4 hingga 7 tahun.
Pada fase ini Bernatal Saragih menerangkan sebaiknya menggunakan 3,5 kilogram pupuk urea, 1,5 kilogram SP-36, 1 kilogram KCL.
Baca juga: Pakar Gizi Unmul Bahas Pendederan Bibit Cangkok Sawo
"Lakukan pemupukan 4 kali dalam setahun. Berarti per tiga bulan," sarannya.
Lalu terakhir Fase Reproduktif. Pada fase ini, Alumni Institut Pertanian Bogor ini menjelaskan ada dua dibagi menjadi dua fase lagi.
Yaitu Fase Reproduktif I saat tanaman berumur 8-14 tahun, dengan dosis pupuk yang lebih banyak.
Yaitu 5 kilogram Urea, 2 kilogram SP-36, 1,5 kilogram KCL dan 5-10 kilogram pupuk kandang, dengan pemupukan 2 kali setahun.
Baca juga: Buah Sawo Bisa Cegah Anemia dan Sehatkan Tekanan Darah, Berikut Penjelasannya
Lalu Fase Reproduktif II saat tanaman berumur lebih dari 15 tahun. Ia juga menjelaskan dosis pupuk naik dua kali lipat.
Yaitu 7 kilogram pupuk Urea, 3 kilogram SP-36, 2 kilogram KCL dan 20-30 kilogram pupuk kandang, yang dilakukan 2 kali dalam setahun.
Pohon sawo memang berumur panjang.
Jadi tidak heran, batangnya bisa dibuat perabotan.
"Kalau pemupukannya intens buahnya pasti sangat subur dan kualitas kayunya lebih bagus," pungkasnya.
Langkah Menanam Bibit Buah Sawo
Kali ini kita akan membahas bagaimana lahan yang baik untuk menanam bibit yang sudah memiliki akar baru.
Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman, Bernatal Saragih menerangkan, pertama gulma pada lahan tanam harus dibersihkan terlebih dahulu.
Sesudahnya buatlah lubang tanam dengan jarak antar lubang sekitar 10×10 meter untuk lahan datar dan 7×8 meter untuk lahan miring.
Untuk ukuran lubang, jika tanah gembur maka buatlah lubang dengan ukuran sekitar 60×60×60 centimeter.
Baca juga: Kadar Gula Darah Anda Tinggi? Coba Konsumsi Buah Sawo Dipercaya Menurunkan Risiko Diabetes Tipe 2
Dan apabila tanah lahan berat, buat lubang dengan ukuran 100×100×100 centimeter.
"Jangan lupa saat membuat lubang tanam, tanah galian bawah dan atas dipisahkan," jelas Bernatal.
Lalu selanjutnya, biarkan lubang tanam yang telah jadi tersebut selama 2 minggu lamanya.
Setelah sekitar 2 minggu, masukan tanah galian bagian bawah yang telah dicampur dengan pupuk kandang ke dalam lubang.
Baca juga: Selain Jeruk atau Tomat, Buah Sawo Memiliki Kandungan Vitamin C Tinggi untuk Kekebalan Tubuh
Kemudian biarkan kembali selama 1 sampai 2 minggu.
"Tujuannya agar Lubangnya mendapat sinar matahari dan tanahnya lebih gembur," jelasnya.
Setelahnya, kita ke proses penanaman.
Bernat mengatakan, polybag pada bibit dilepaskan terlebih dahulu sebelum penanaman.
Baca juga: Miliki Banyak Manfaat untuk Kesehatan, Kanali Beragam Jenis Buah Sawo Banyak Ditemui di Indonesia
Serta harus berhati-hati agar akar tidak rusak dan media tanamnya jangan sampai hancur.
Lalu masukan bibit tepat dibagian lubang tanam yang telah disiapkan.
Kemudian timbun dengan tanah bekas galian lalu padatkan.
"Penanaman lebih bagus saat hujan agar bibit tidak mati kepanasan," sarannya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sawo-pohon-dirawat.jpg)