Breaking News:

Berita Nasional Terkini

5 Prajurit Paskhas TNI AU Diserang 20 Pria Mabuk, Akibatnya Puluhan Bangunan Terbakar, 1 Meninggal

Lima prajurit dari Paskhas TNI AU yang saat itu tengah bertugas, langsung menegur dan menertibkan sekitar 20 pria yang tengah menenggak minuman keras

NET
ilustrasi kebakaran. 5 Prajurit Paskhas TNI AU diserang 20 pria mabuk, akibatnya puluhan bangunan terbakar, 1 tewas. 

Lalu pada tanggal 16 Juli 2021 Pukul 04.45 WIT, Massa masih melakukan pembakaran di Kampung Ikabo serta melakukan penjarahan terhadap isi toko dan bangunan.

* Pukul 05.43 WIT

Namun, pasca aksi itu, masyarakat mulai memadamkan api yang ada di Kampung Ikebo dengan menggunakan peralatan seadanya karena terlihat adanya Korban dari kejadian tersebut.

Baca juga: NEWS VIDEO Egianus Kogoya Pimpin KKB Papua di Nduga

* Pukul 06.41 WIT

Selanjutnya, 9 Personel Polsek Kamuu dipimpin Kapolsek oleh Iptu Mikael Ayomi tiba di Kampung Ikebo, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai guna melaksanakan evakuasi jenazah.

Saat ini personil gabungan Polsek Kamuu dan Polres Nabire terus melakukan Patroli di Seputaran Kota untuk mencegah terjadinya hal hal yang tidak diinginkan.

"Untuk situasi saat ini di Kabupaten Dogiyai sudah kembali Aman dan Kondusif, " tandasnya.

Suasana Masih Mencekam

Suasana masih mencekam hingga kini, sebab berdasarkan pantuan hingga Sabtu (17/7/2021), total 32 rumah dan kios ludes terbakar.

Bahkan, satu orang warga tewas di lokasi kejadian.

Menurut Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mengatakan,

"Sekumpulan masyarakat tersebut langsung mengeroyok lima personel Satgas Paskhas," kata Kamal.

"Dari aksi tersebut, terdapat dua korban dari personel Paskhas, yang kemudian korban dibawa menuju unit pelayanan RSUD, Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai menggunakan Mobil Ambulans Bandara Moanemani," kata Kamal.

Akibat kejadian tersebut banyak kerugian yang dialami.

"Ada 13 rumah dan 19 kios hangus terbakar. Sementara korban tewas bernama Hendrik Simatupang jasadnya ditemukan di salah satu rumah yang hangus terbakar," ujarnya.

Versi Keterangan TNI AU

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma Indan Gilang Buldansyah menceritakan kronologi penganiayaan, pada Kamis (15/7) petang.

"Diduga karena rasa tidak senang setelah dilaksanakan penertiban kepada orang yang mengkonsumsi minuman keras (miras) di Bandara Moanemani," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma Indan Gilang Buldansyah dalam keterangannya, Jumat (16/7).

Akibat penganiayaan itu satu prajurit mengalami luka ringan.

Sedangkan satu prajurit lainnya dilaporkan masih belum sadarkan diri.

Lebih lanjut, Indan memastikan situasi di Dogiyai telah kondusif pasca peristiwa penganiayaan terhadap dua anggota paskhas tersebut.

Baca juga: Buntut Amarah Risma Ancam Kirim ASN Bandung tak Becus Kerja ke Papua, Fadli Zon & Demokrat Bereaksi

"Adapun saat ini kondisi kampung Ikebo, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, sudah relatif aman dan kondusif," ucap Indan.

Sementara, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan menuturkan, berdasarkan laporan, peristiwa bermula saat kedua anggota itu menerima informasi ada sekelompok warga yang sedang minum miras di runway bandara.

Anggota Paskhas kemudian mendatangi lokasi dan meminta mereka untuk keluar dan meninggalkan kawasan bandara.

Namun, saat keluar dari bandara, warga justru berbalik dan menyerang anggota Paskhas menggunakan senjata tajam dan bebatuan.

"Akibatnya dua anggota mengalami luka serius yakni Koptu Didik Prayudi dan Kopda Atok Tri Utomo hingga harus dilarikan ke RSUD Madi," kata Iwan dikutip dari Antara, Jumat (16/7).

Tak berhenti sampai di situ, mereka diduga juga memprovokasi warga hingga melakukan pembakaran terhadap rumah dan kios tempat warga non Papua berjualan. (*)

Berita Nasional Terkini

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved