Breaking News:

Virus Corona di Kaltim

Pasien Covid-19 Ditolak Rumah Sakit Dapat Sorotan Pakar Hukum dari Unmul Samarinda

Pasien yang terpapar Covid-19 terpaksa harus meninggal dunia Senin (26/7/2021) dini hari

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI
Akademisi Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul), Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Herdiansyah Hamzah. Kali ini soroti soal pasien yang terpapar Covid-19 terpaksa harus meninggal dunia pada Senin (26/7/2021) dini hari. TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pasien yang terpapar Covid-19 terpaksa harus meninggal dunia Senin (26/7/2021) dini hari.

Pasien tersebut ditolak di beberapa rumah sakit dikarenakan penuh.

Hal tersebut mendapat kritikan tajam dari akademisi Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul), Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Herdiansyah Hamzah.

Ia mengatakan, dalam pasal 32 juncto pasal 85 Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, menjelaskan.

Baca juga: Walikota Samarinda Andi Harun Memohon Maaf ke Warga dalam Penanganan Covid-19

Pelayanan kesehatan baik swasta, atau pemerintah dilarang menolak pasien.

Bahkan dalam pasal 190 Undang-undang nomor 36 tahun 2009 menjelaskan.

Ada sanksi pidana bagi tenaga kesehatan yang menolak pasien.

Meskipun begitu dalam situasi pandemi Covid-19 ini.

Baca juga: NEWS VIDEO Warganet Sebut Ambulans Pembawa Jenazah Covid-19 di Samarinda Dalam Keadaan Kosong

Seharusnya pihak Rumah Sakit wajib menerima pasien dalam kondisi apapun.

Sebab hal tersebut berkaitan dengan nyawa pasien yang sedang berjuang melawan Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved