Berita Viral

Reaksi Dokter Tirta Lihat Karni Ilyas Belum Move On dengan Acara ILC, 'Gara-gara Dia Terus Teriak'

Dokter Tirta Mandira Hudhi tak kuasa menahan tawa melihat tingkah Karni Ilyas yang belum bisa move on dengan acara Indonesia Lawyers Club atau ILC.

Penulis: Syaiful Syafar | Editor: Syaiful Syafar
Kolase Instagram @dr.tirta | Tribunnews.com
Foto kolase Dokter Tirta Mandira Hudhi dan Karni Ilyas. Baru-baru ini, Dokter Tirta tak kuasa menahan tawa melihat tingkah Karni Ilyas yang belum bisa move on dengan acara Indonesia Lawyers Club (ILC). 

TRIBUNKALTIM.CO - Dokter Tirta Mandira Hudhi tak kuasa menahan tawa melihat tingkah Karni Ilyas yang belum bisa move on dengan acara Indonesia Lawyers Club atau ILC.

Momen itu terekam saat Dokter Tirta menjadi bintang tamu di acara Karni Ilyas Club yang diunggah ke Instagram @presidenilc pada 12 Agustus 2021.

Pada rekaman video, Karni Ilyas salah mengucap salam perpisahan.

Maksud hati menyampaikan ketemu lagi di acara Karni Ilyas Club, Bang Karni malah menyebut acara ILC.

"Kita ketemu ILC, eh..." kata Karni Ilyas.

Baca juga: REAKSI Dokter Tirta Menyoal Masuk Mal Wajib PCR, Sindir Kemendag Sebut Mau Dagang Apa Gimana?

Sontak saja, Dokter Tirta yang berada di samping Karni Ilyas langsung tertawa lepas.

"Tolong ya, ini nanti jadi teaser kasih ke saya," ucap Dokter Tirta.

Karni Ilyas lantas meralat ucapannya, "Kita ketemu Karni Ilyas Club yang akan datang".

"Gara-gara dia terus teriak-teriak nih," ujar Karni Ilyas.

Seperti diketahui, acara ILC yang dipandu Karni Ilyas sudah berhenti tayang sejak Desember 2020 lalu.

Hal itu sempat ditanyakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam tayangan HUT ke-13 tvOne, Senin (15/2/2021).

Namun, Karni Ilyas memilih tidak banyak berkomentar tentang hal itu.

"Pertanyaan ini bukan hanya berat, pertanyaan ini yang selalu saya hindari di mana-mana," kata Karni Ilyas mengakui.

Baca juga: Ditodong Karni Ilyas Pertanyaan Soal Penanganan & Vaksin Covid-19, Reaksi Sudjiwo Tedjo Mengejutkan

Ia menyebut banyak yang menodongnya dengan pertanyaan ini.

Namun, ia memilih tidak menjawab, hanya menjelaskan dengan sederhana.

"Kepada banyak orang itu jawaban saya sederhana sekali. Tidak semua yang saya tahu bisa saya katakan. Tidak semua yang saya alami bisa saya ceritakan," papar Karni Ilyas.

Jusuf Kalla tampak belum puas dengan jawaban Karni.

"Berarti ada rahasia di sini," potong Jusuf Kalla.

Baca juga: Terjawab, Rocky Gerung Sudah Cium Gelagat ILC Tamat, Mengaku Sering Diganjal ke Acara Karni Ilyas

Karni Ilyas terbahak mendengar balasan itu karena dirinya memilih bungkam.

Ia lalu menjelaskan dirinya bukan satu-satunya petinggi di tvOne.

"Gambaran saja mungkin. ILC itu adanya di media formal tvOne," terang Karni.

"Di tvOne memang saya salah satu pemred (pemimpin redaksi) dan direksi. Tapi di perusahaan itu ada dewan direksi, ada dewan komisaris," lanjut jurnalis senior ini.

Oleh karena itu ia tidak dapat mengambil keputusan sendiri dengan mengabaikan keinginan direksi yang lain.

Di atas dirinya pun ada jabatan yang lebih tinggi.

"Di atas direksi ada lagi komisaris," singgung Karni Ilyas.

Baca juga: Terus Terang ke Karni Ilyas, Yasonna Laoly Jengkel ke Demokrat Kubu AHY, Beber Moeldoko Belingsatan

Ia mengaku banyak yang menduga dirinya takut diperkarakan sehingga tidak melanjutkan ILC.

Namun Karni Ilyas segera membantah hal ini.

"Tapi semua orang mikirnya enggak ada ILC (karena) Karni Ilyas takut. Saya bilang, salah persepsi lagi. Saya diam saja," ungkap jurnalis senior tersebut.

"Jawabannya yang tadi itu, bahwa semua yang saya tahu tidak bisa disampaikan. Tidak semua yang saya alami bisa saya ceritakan," tambah Karni.

Selepas dari ILC, Karni Ilyas kemudian membuat channel YouTube bernama Karni Ilyas Club.

Di channel tersebut, Karni Ilyas banyak mengundang tokoh-tokoh penting yang diwawancarainya secara eksklusif.

Baca juga: Ke Karni Ilyas, Din Syamsuddin Duga Permintaan Kritik Hanya Basa-Basi Jokowi, Indikatornya Dibongkar

Beberapa waktu lalu, Dokter Tirta juga tampil di acara Karni Ilyas Club.

Pada acara Karni Ilyas Club yang dipublish 16 Juli 2021, Dokter Tirta mengkritik kebijakan pemerintah soal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM.

Menurut Dokter Tirta, kebijakan PPKM yang sudah diterapkan sejak tahun lalu dinilai tidak efektif.

Meski berganti-ganti nama mulai dari PSBB, lalu PSBB transisi, new normal, PPKM biasa, PPKM yang diperlonggar, sampai PPKM darurat.

"Janjinya pada waktu itu kan dari 3 Juli sampai sekarang adalah kalau PPKM darurat itu akan mengontrol mobilitas 20 persen, itu statementnya pak Luhut dan sekaligus mengontrol angka pertambahan positif di atas 10.000.

"Tapi yang terjadi sekarang kan kita lihat angka positifnya semakin meroket dan belum tahu batas akhirnya di mana," ujar Dokter Tirta.

Baca juga: Benarkah Semua Penyakit Masuk Rumah Sakit Pasti Dicovidkan? Dokter Tirta Beri Jawaban

Di sisi lain, menurut pria yang akrab disapa Cipeng ini, angka kematian meningkat tapi juga keluhan di masyarakat bagian bawah juga meningkat.

"Jadi harusnya dari teman-teman terutama Pak Luhut, ya harus menerima kritikan dari masyarakat, "Kok bisa sih nggak efektif, kalau memang nggak efektif ya seharusnya kita mencari yang efektif"," ujarnya.

Lebih lanjut, Dokter Tirta menjelaskan, tidak ada jaminan angka positif pasien Covid-19 akan terus naik atau turun jika PPKM terus dilanjutkan.

"Harusnya dicoba solusi yang lain, mungkin kita bisa mencoba solusi Amerika yang dia memberikan vaksin tapi kontra reward, boleh ini, boleh itu, tapi di vaksinnya itu salah satunya," jelasnya.

Baca juga: Dokter Tirta Curiga dr Lois Owien Cuma Mengaku-ngaku Dokter, Ditanya Pendidikan Jawabannya Ngelantur

Kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia, kata Dokter Tirta, juga tak bisa dihindari mengingat jumlah penduduk Indonesia sangat banyak.

Sama seperti penduduk India, China, bahkan Amerika.

"Jadi kalau diteruskan kayak gini, yang dikhawatirkan adalah gesekan antara konflik orang kaya dan orang miskin.

"Karena PPKM akan efektif kalau warga itu mendapatkan haknya sesuai dengan UU Karantina, tapi kan nyatanya UU Karantina tidak diaktifkan sehingga warga yang terjebak tiga minggu di rumah ini gak bisa makan, kecuali PNS atau warga yang mendapatkan gaji bulanan," pungkasnya.

Selengkapnya tonton di sini:

Soroti Angka Kematian Dihapus

Sebelumnya, Dokter Tirta juga pernah menyoroti terkait keputusan pemerintah menghapus angka kematian dari indikator penanganan Covid-19.

Dokter Tirta melontarkan kritikannya lewat akun Twitter-nya, @tirta_hudhi, pada Selasa (10/8/2021).

Dilansir dari Tribunnews.com dalam artikel berjudul Luhut Hapus Angka Kematian Covid-19, Epidemiolog Sebut Berbahaya: Bisa Salah Strategi dan Ekspektasi, Dokter Tirta menyayangkan keputusan pemerintah untuk menghapus kematian dari indikator penanganan Covid.

Menurutnya, perbaikan data kematian bisa disegera dilakukan tanpa harus menghapusnya.

"Kalo ada telat input data kematian, perbaiki kondisi lapangannya, biar input data cepet ga rapel an."

"Bukan malah delete angka kematian dari indikator."

"Apakah sesusah itu merapikan data? Makanya : delete saja?" tulis Dokter Tirta.

Baca juga: Air Kelapa Bisa Sembuhkan Pasien Isoman? Penjelasan Dr Tirta & Tips Percepat Penyembuhan Covid-19

Diketahui, pemerintah menghapus angka kematian dari indikator pengendalian atau penanganan Covid-19.

Hal itu karena ditemukannya kesalahan dalam menginput data yang menyebabkan akumulasi kasus kematian pada beberapa minggu sebelumnya.

Dihapusnya angka kematian dari indikator itu membuat 26 kota dan kabupaten mengalami penurunan level PPKM, dari level 4 menjadi 3.

"PPKM Level 4 dan 3 yang dilakukan pada tanggal 10 sampai 16 Agustus 2021 nanti, terdapat 26 kota atau kabupaten yang turun dari Level 4 ke Level 3."

"Evaluasi tersebut kami lakukan dengan mengeluarkan indikator kematian dalam penilaian karena kami temukan adanya input data yang merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu ke belakang. Sehingga menimbulkan distorsi dalam penilaian," jelas Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9/8/2021).

Baca juga: Kritik Ernest Prakasa hingga dr Tirta, Akun Setneg Unggah Foto Jokowi Jadi Saksi Nikah Atta & Aurel

Luhut mengatakan, pihaknya akan terus berusaha memperbaiki data kasus Covid-19 agar dapat terintegrasi.

Selain itu, pihaknya juga akan memperbaiki aplikasi Silacak.

"Menyangkut ini, kami sekarang terus bekerja keras untuk mengharmonisasi data. Dengan itu juga memperbaiki Silacak," ucap Luhut. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved