Berita DPRD Kalimantan Timur
Pansus Ketahanan Keluarga Terus Perkaya Materi, Lakukan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Paser
Pansus Pembahas Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur tentang Ketahanan Keluarga terus melakukan pendalaman materi guna memperkaya baha
TRIBUNKALTIM.CO - Pansus Pembahas Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur tentang Ketahanan Keluarga terus melakukan pendalaman materi guna memperkaya bahan dan masukan dari sejumlah mitra kerja.
Dipimpin Ely Hartati Rasyid, pansus ini mencari masukan dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Paser.
"Alhamdulillah banyak masukkan dan beberapa sharing yang dilakukan dalam pertemuan. Termasuk program-program apa saja yang turut membantu dalam memaksimalkan dan menguatkan fungsi keluarga," ungkap Ely usai pertemuan pada Kamis (19/8/2021) lalu.
Baca juga: DPRD Kaltim Ajak Masyarakat Mengabdi dan Setia pada Negeri
Hadir dalam pertemuan anggota Pansus Ketahanan Keluarga, Mimi Meriami Br Pane.
Ia mengungkapkan, bahasan tentang ketahanan keluarga memang terkesan sederhana, padahal di dalamnya sangat kompleks.
Banyak masalah sosial, ekonomi, kesejahteraan semua diawali dari ketahanan keluarga yang baik.
Acuan soal perda ini yaitu di Jawa Barat yang sudah berjalan.
Dukungan tersebut, menurutnya, sangat diperlukan karena ketahanan keluarga menjadi bagian masa depan dan tentunya banyak hal yang dipengaruhi oleh ketahanan keluarga.
Semisal, permasalahan stunting pada anak yang diakibatkan pemahaman ketahanan keluarga yang kurang.
"Seharusnya tidak terjadi, namun nyatanya terjadi dimasyarakat kita, pada sejumlah anak-anak akibat gizi yang kurang tepat, seperti pemberian susu yang tidak sesuai usianya. Ini hal yang kelihatannya sederhana namun tidak diperhatikan dengan baik," urainya.
Baca juga: Pimpinan DPRD Kaltim Ikuti Upacara HUT ke-76 RI, Makmur: Jangan Ada Perpecahan yang Merusak Bangsa
Selain itu, seiring terus bertambahnya jumlah penduduk, tentu payung hukum mengenai ketahanan keluarga akan menjadi instrumen penting ke depan menghadapi permasalahan yang tentu akan bertambah.
Payung hukum ini diharapkan menjadi pondasi yang dibuat oleh pemerintah sebagai cara mengoptimalkan upaya mengantisipasi masalah-masalah yang kerap muncul akibat minimnya pemahaman masyarakat serta aturan yang mengarahkan dan membatasi masyarakat terkait ketahanan keluarga.
"Kita harus memulainya secepat mungkin dan sejak sekarang. Jangan sampai penduduknya makin banyak, sehingga permasalahan semakin kompleks dan berdampak pada banyak sektor lain dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Apalagi, insya Allah, jika tidak ada halangan daerah kita akan menjadi ibu kota negara," kata Mimi dalam pertemuan yang diterima I Dewa Made S, Plt Kadis Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Paser.
Baca juga: Capaian Vaksin Masih Kurang, Wakil Ketua DPRD Kaltim Sebut Pemprov Bisa Beli Vaksin secara Mandiri
Untuk diketahui, Pansus Ketahanan Keluarga ini beranggotakan Wakil Ketua Fitri Maisyaroh dan anggota Pansus yakni Mimi Meriami Br Pane, Yusuf Mustafa, Baharuddin Muin, HM Syahrun, Abdul Kadir Tappa, Romadhony Putra Pratama dan Marthinus.
Selain itu Mashari Rais, Jawad Siradjuddin, M Nasiruddin, Puji Hartadi, Yeni Eviliana dan Puji Setyowati. (adv)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pansus-melaksanakan-kunjungan-kerja.jpg)