Breaking News:

Berita Kaltim Terkini

Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim Bantah Dugaan Adanya Transaksi dalam Proyek RS Korpri

Publik di jagad media sosial mempertanyakan proyek pembangunan RS Korpri di Kompleks Sempaja. Salah satunya akun Facebook bernama Ridwan Ray. Dalam p

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO
Lahan pembangunan proyek RS Korpri di kawasan GOR Sempaja Jl. Wahid Hasyim Kota Samarinda beberapa waktu lalu. Pembangunan RS Korpri memakan biaya Rp 46 miliar. TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Publik di jagad media sosial mempertanyakan proyek pembangunan RS Korpri di Kompleks Sempaja.

Salah satunya akun Facebook bernama Ridwan Ray. Dalam postingannya ia mempertanyakan konsistensi Komisi III terhadap pembangunan RS Korpri.

Bahkan beberapa Anggota Komisi III mengatakan tidak pernah mendapatkan informasi terkait pembangunan RS Korpri.

Namun ketika mendatangi lokasi pembangunan, Senin (13/9/2021) lalu, akhirnya menyadari hal tersebut pernah dibahas dalam penganggaran APBD tahun 2021 di tahun 2020 silam.

"Komisi III DPRD Kaltim mendadak berubah sikap soal proyek PEMBANGUNAN RS KORPRI di kawasan resapan air komplek Stadion Sempaja Samarinda. MENCURIGAKAN wakil rakyat di komisi semula ngotot tidak tahu ada rencana pembangunan proyek senilai Rp 46 Miliar. Bahkan menegaskan proyek tersebut TIDAK PERNAH DIBAHAS," tulis akun Ridwan Ray.

Baca juga: Komisi III DPRD Kaltim Minta Pembangunan RS Korpri di Samarinda Bebas Banjir

Baca juga: Komisi III DPRD Kaltim Sebut Ada Kesalahan Pembacaan Data Pembangunan RS Korpri

Baca juga: Rencana Bangun RS Korpri di Sempaja Ditentang Komisi III DPRD, Lokasi Tak Cocok karena Rawan Banjir

Bahkan di akun tersebut menyebut adanya dugaan lobi-lobi anggaran aspirasi di APBD perubahan 2021 yang senilai Rp 100 miliar.

Mendengar kabar tersebut, Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim H Baba merespons.

Ia menegaskan tidak ada namanya kegiatan lobi-lobi transaksional antara DPRD dengan Pemprov.

Ia menegaskan sekali lagi jika proyek tersebut benar-benar ada dalam pembahasan anggaran tahun 2021 pada tahun kemarin.

"Kok ada deal-dealan bagaimana kalau memang perlu data kita kasih, makanya kita ditanya itu bukan tidak pernah, tapi tidak lihat karena tidak hapal karena banyak item yang dibangun di Kalimantan Timur segitu banyak. Tidak hapal, kita lihat ternyata Senin tinjau ke lapangan kita lihat data ternyata ada," ucapnya Minggu (19/9/2021) petang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved