Berita Pemkab Kutai Kartanegara
Bupati Dampingi Wagub Kaltim Tinjau Seleksi PPPK Guru
Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi bersama Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah meninjau pelaksanaan Seleksi Pegawai Pemerintah dengan
TRIBUNKALTIM.CO - Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi bersama Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah meninjau pelaksanaan Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru se-Kalimantan Timur di tiga tempat yaitu SMKN 1 Tenggarong, SMKN 2 Tenggarong dan SMA 2 Tenggarong Seberang, pekan tadi.
Seleksi yang digelar pada 13-17 September 2021 tersebut diikuti oleh 1.662 orang peserta dengan ketersedian formasi 938 orang.
Baca juga: Selenggarakan Pelatihan Basic Operator dan Mechanic, Bupati: PT Buma Patut Dicontoh
Untuk Peserta yang mengikuti seleksi PPPK guru merupakan THL atau honorer sekolah di wilayah Kukar yang telah masuk dalam Dapodik Kukar.
Bupati Edi Damansyah usai peninjauan, ia telah menyurat kepada KemenPAN-RB untuk meminta prioritas bagi honorer yang sudah puluhan tahun bekerja.
Tanggapan dari KemenPAN-RB adalah tetap diberikan ruang tetapi tetap harus melalui seleksi dan dilaksanakan seleksi tersebut.
Karena keputusan bukan ada di kabupaten, Ia berharap peserta yang puluhan tahun sudah bekerja menjadi salah satu pertimbangan dalam mengambil keputusan.
Edi sangat berharap kabupaten diajak bicara tentang kuota penerimaan pegawai.
Karena, meski pemerintah pusat yang menentukan jumlah kuota, tapi gaji tetap dibebankan kepada kabupaten.
"Saya selalu menuntut hal ini karena tahun lalu dilakukan tes dan dibuka secara nasional dengan sistem pemilihan zonasi, banyak guru-guru yang lolos tetapi mengundurkan diri setelah ditempatkan tidak sesuai ekspektasi diri," ujar Edi.
Baca juga: OPD Kukar Harus Berkolaborasi dengan Diarpus
Edi menegaskan, dengan sistem seperti itu, maka akan terus merugikan bagi daerah.
Hal itu karena kuotanya terisi, tetapi kebutuhan gurunya tidak terpenuhi.
Edi juga terus mendorong untuk mengutamakan putra daerah setempat dan yang sudah menjadi tenaga honorer untuk diajukan menjadi PPPK kepada pemerintah pusat maupun provinsi.
Ia pun memberikan penghargaan kepada honorer yang tetap semangat mengabdikan diri walau dari sisi kesejahteraan sangat minim.
Di akhir, ia berharap kabupaten selalu diajak bicara dan prioritas kan kepada honorer yang sudah puluhan tahun mengabdi serta spesifikasi wilayah agar putra daerah setempat juga memiliki kesempatan.
Baca juga: Penyelamatan Arsip Foto dan Dokumen Bersejarah, Bupati Resmikan Pondok Kesah Ayumi
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi mengatakan, secara umum pelaksanaan seleksi PPPK tenaga pendidikan berjalan dengan lancar walaupun kuota yang diberikan oleh pusat tidak banyak.
Wagub berpesan untuk tetap semangat, bekerja keras, tulus dan ikhlas, mencintai anak didik, dan rezeki jangan ditanya karena itu akan mengalir dengan sendirinya. (adv)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bupati-kukar-edi-damansyah-saat-mendampingi-wagub-kaltim-hadi-mulyadi-pppk.jpg)