Berita Samarinda Terkini

Usung Motif Ulap Doyo dan Batik Kaltim, Desainer Ian Adrian Fokus Kembangkan Fashion Khas Daerah

Motif kain ulap doyo khas Kalimantan Timur (Kaltim) pernah merambah dunia internasional lewat pagelaran fashion.

HO/TRIBUNKALTIM.CO
Ian Adrian, Desainer. Ia telah menghasilkan banyak karya busana dengan corak budaya khas daerah, termasuk salah satunya dari Kaltim. HO/TRIBUNKALTIM.CO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Motif kain ulap doyo khas Kalimantan Timur (Kaltim) pernah merambah dunia internasional lewat pagelaran fashion.

Lewat tangan dingin Ian Adrian, desainer kenamaan Tanah AIr, corak budaya khas daerah Kaltim ini ditampilkan dalam produk busana rancangannya.

Ia telah menghasilkan banyak karya busana dengan corak budaya khas daerah, termasuk salah satunya dari Kaltim.

Ia tertarik dengan kain ulap doyo, yakni kain tenun serat pandan khas suku Dayak Benuaq.

Menurutnya, kain ulap Doyo memiliki pesona autentik dan istimewa.

Baca juga: NEWS VIDEO Kai EXO Terpilih Sebagai Duta Seoul Fashion Week Spring 2022

Baca juga: Ayesha Fashion Formal dan Casual, Padupadan Masker Aksen Bordir Etnik Kalimantan

Baca juga: NEWS VIDEO Kisah Lulusan SMK Otomotif jadi Fashion Designer, Sempat Ditentang Keluarga

Bahan tekstil khas Kalimantan ini, sangat potensial untuk dikembangkan dalam industri mode nasional.

Ian Adrian juga telah memperkenalkan karya busana dari kain tenun ulap Doyo khas Kaltim ini ke beberapa ajang pagelaran fashion internasional di Bangkok, Hongkong, Singapore, dan Malaysia.

Ke depan, Ian Adrian ingin kembali mengusung corak budaya khas Kaltim lainnya ke dalam karya busana miliknya, seperti Batik Kaltim dan Sarung Tenun Samarinda.

Misinya, bukan hanya mengangkat tekstil dengan corak budaya daerah ke dalam pasar mode nasional, namun juga memperkenalkan produk fashion dari bahan tekstil daerah itu ke pasar internasional.

Seperti diketahiui, Indonesia memiliki corak budaya yang sangat kaya dan bisa ditampilkan dalam sebuah karya, salah satunya dalam desain busana.

"Tekstil Indonesia ini kaya sekali. Puluhan ribu daerah punya motif budaya masing-masing yang bisa kita kembangkan," ujarnya dalam rilisnya, Kamis (23/9/2021).

Untuk mengembangkan industri fashion di daerah itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah dengan perancang busana.

Agar para pengrajin di daerah mendapat fasilitas untuk mengembangkan karyanya hingga ke pasar internasional.

Lebih bagus lagi, katanya, jika difasilitasi oleh pemerintah pusat.

Dalam hal ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemeparekraf) karena membantu memperkenalkan karya daerah ke pasar global.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved