Berita Nasional Terkini

Aksi Kapolri Rekrut Novel Baswedan Cs Direspon MAKI, Pengamat Beber Perkuat Temuan TWK Komnas HAM

Aksi Kapolri rekrut Novel Baswedan cs direspon MAKI, pengamat beber perkuat temuan TWK Komnas HAM

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI Massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Antikorupsi melakukan aksi di depan Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (18/5/2021). Kapolri ingin merekrut 56 pegawai yang dipecat KPK 

TRIBUNKALTIM.CO - Aksi Kapolri Listyo Sigit Prabowo merekrut 56 pegawai yang dipecat Komisi Pemberantasa Korupsi ( KPK).

Kapolri sudah mengantongi izin dari Presiden Joko Widodo ( Jokowi) untuk merekrut Novel Baswedan Cs sebagai ASN di Bareskrim Polri.

Diketahui, 56 pegawai tersebut akan dipecat dari KPK per 30 September ini.

Mereka yang dipecat adalah yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan ( TWK).

Sebelumnya, pemecatan 56 pegawai KPK ini menuai pro dan kontra.

Baca juga: Dibuang KPK Akibat TWK, Novel Baswedan Cs Mau Direkrut Polri, Listyo Sigit Kantongi Restu Jokowi

Baca juga: Bela Novel Baswedan CS, BEM SI Ultimatum Jokowi Kembalikan 56 Pegawai KPK, Beri Waktu 3 x 24 Jam

Baca juga: Namanya Dituding Bekingi Anies Baswedan dari Pemeriksaan KPK, Novel Baswedan Blak-blakan

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia ( MAKI) Boyamin Saiman pun angkat suara soal rencana Kapolri merekrut Novel Baswedan Cs.

Dilansir dari Tribunnews.com dalam artikel berjudul MAKI Sebut Keinginan Kapolri Rekrut 56 Pegawai KPK Jadi ASN Polri Membuat TWK Tidak Lagi Bermakna, MAKI mengungkapkan apresiasinya atas keinginan Kapolri untuk merekrut 56 pegawai KPK yang tidak lolos TWK menjadi ASN Polri.

Menurut Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, rencana perekrutan ini menjadikan hasil TWK tidak bermakna atau tidak bernilai apa-apa.

"Jika Kapolri kemudian justru menginginkan merekrut mereka.

Artinya Tes Wawasan Kebangsaan kemarin itu yang dilakukan KPK menurut aku tidak bermakna atau bahasaku tidak mempunyai nilai apa-apa," kata Boyamin Saiman dilansir Kompas.com, Rabu (29/9/2021).

Boyamin Saiman menilai, jika 56 pegawai KPK direkrut Polri, maka Kapolri mengakui wawasan kebangsaan mereka dalam memberantas korupsi.

Padahal KPK sendiri menilai para pegawai yang tak lolos TWK ini tidak bisa dibina.

"Kalau selama ini kan dikatakan oleh KPK sendiri kan mereka merah tidak bisa dibina.

Tapi kalau Kapolri mengatakan seperti itu justru dinilai hebat wawasan kebangsaannya karena memberantas korupsi itu bagian dari pengabdian bangsa dan negaranya," ucap Boyamin.

Baca juga: Bukan Pelemahan Pemberantasan Korupsi, Alasan Fahri Hamzah Dukung KPK Pecat Novel Baswedan Dkk

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved