Senin, 20 April 2026

Virus Corona di Tarakan

Besok Rencana Pemindahan 33 Jenazah Covid-19 Terdampak Longsor di Tarakan

Diperkirakan ada 33 makam terancam mengalami kerusakan dan amblas jika tetap dibiarkan dan tak dilakukan evakuasi segera

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH
Asisten 1 Bidang Pemerintahan Pemkot Tarakan, Tarmiji saat memantau lokasi Pemakaman Covid-19 di Kelurahan Juata Laut, Minggu (3/10/2021). TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO,TARAKAN – Menindaklanjuti permintaan beberapa ahli waris terkait kondisi Pemakaman Covid-19 yang mengalami longsor, pemerintah berencana melakukan evakuasi dan memindahkan makam yang terdampak.

Diperkirakan ada 33 makam terancam mengalami kerusakan dan amblas jika tetap dibiarkan dan tak dilakukan evakuasi segera.

Dikatakan Tarmiji, Asisten 1 Bidang Pemerintahan Pemkot Tarakan, skenarionya sendiri pertama melihat kondisi dan situasi yang terjadi di lokasi Pemakaman Covid-19 Kota Tarakan.

Ia membeberkan, keberadaan 33 makam berada di atas tanah timbunan. Tentu saja kondisi tanah labil dan potensi longsor ketika terjadi hujan.

Seperti longsor yang terjadi pada Sabtu (2/10/2021) kemarin. Berdasarkan arahan Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, pihaknya segera mengambil tindakan untuk rencana memindahkan makam di lokasi yang sama.

Baca juga: Pemakaman Covid-19 di Tarakan Diterjang Longsor, 10 Makam Ikut Terdampak

Baca juga: UPDATE Angka Covid-19 di Bontang Minggu 3 Oktober 2021, 35 Pasien Sembuh dan 15 Kasus Aktif Baru

Baca juga: Kasus Sembuh Covid-19 di Nunukan Capai 95 Persen, Bupati Asmin Laura Ingatkan Warga Tak Euforia Dulu

“Masih di lokasi yang sama. Yang lokasinya dirasa aman. Data kami peroleh ada 33 makam masuk di daerah tanah timbunan,” ujarnya.

Diketahui total diperkirakan ada sekitar 197 makam di lokasi tersebut. Dari 197 makam, ada 33 makam yang memang berdasarkan pantauan TribunKaltim.Co berada di atas tanah timbunan.

“Sisanya kan ada di tanah dasarnya, atau tanah aslinya bukan tanah timbunan. Hari ini kami undang ahli waris menyampaikan niat pemindahan makam ini,” ujarnya.

Ia berharap ahli waris bisa menerima keputusan pemerintah mengingat sudah ada beberapa keluarga atau ahli waris mengaharapkan yang sama yakni pemindahan lokasi makam ke tempat yang lebih aman dari jangkauan longsor.

“Kami libatkan juga pak ustaz, kami undang dan minta pendapat mereka. Juga mungkin ada ritual keagamaan yang akan dilakukan untuk pemindahan makam dan jenazah ini,” bebernya.

Baca juga: Penyintas Covid-19 di Balikpapan Bisa Vaksin Sebulan Pasca Sembuh, Berlaku Bagi Orang Tanpa Gejala

Rencananya lanjut Tarmiji, hari ini akan memberikan informasi kepada seluruh ahli waris atau keluarga masing-masing. Jika hari ini semua keluarga menyepakati pemindahan maka besok pagi, jika semua persiapan sudah siap maka akan dilakukan pemindahan.

“Adapun jika sudah bisa disepakati semua, kami akan buat rencana dan tim kerja yang menangani pemakaman ini. Insya Allah besok kalau tidak ada halangan mudahan bisa,” ujarnya.

Ia menargetkan dalam seminggu sudah bisa selesai dilakukan proses pemindahan ke lokasi yang lebih aman.

Ia melanjutkan, setelah proses evakuasi selesai, nanti akan kembali ditimbun lokasi yang belum selesai dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tarakan.

“Nanti ditimbun kembali dan ditutup kembali.Kemudian setelah itu langkah berikutnya kemungkinan akan diberikan siring itu lebih detail bisa tanya ke DPUPR teknisnya,” beber Tarmiji. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved