Breaking News:

Lurah Terlibat Pungli

BREAKING NEWS Polresta Samarinda Merilis Pungli PTSL di Kelurahan Sungai Kapih

Polresta Samarinda resmi merilis temuan pungutan liar dalam pengurusan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dilakukan oleh Lurah S

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Satuan Reserse Kriminal Polresta Samarinda menggelar rilis Pengungkapan Operasi Tangkap Tangan (OTT) perkara Pungutan Biaya Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap (PTSL) di Mapolresta Samarinda, Senin (11/10/2021). TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Polresta Samarinda resmi merilis temuan pungutan liar dalam pengurusan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dilakukan oleh Lurah Sungai Kapih Edi Apriliansyah dan dibantu oleh seorang makelar bernama Rusli.

Pers rilis tersebut dilakukan di depan Mapolresta Samarinda, Senin (11/10/2021) sore ini.

Kedua tersangka pun dihadirkan dalam rilis tersebut.

Dengan mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye, celana selutut dan sepasang sendal jepit, kedua oknum pemakan uang rakyat tersebut hanya bisa menundukkan kepalanya di hadapan awak media.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman melalui Wakapolres Samarinda AKBP Eko Budiarto membeberkan, dalam aksinya tersebut, kedua oknum ini mengenakan tarif pendaftaran sebesar Rp 100 ribu bagi siapa saja yang mengikuti program PTSL.

Baca juga: Bayar Rp 1,5 Juta per 200 M2, Korban Pungli PTSL di Sungai Kapih Ungkap Oknum PNS dan Lurah Terlibat

Baca juga: Diduga Terlibat Pungli PTSL, Lurah Sungai Kapih dan Seorang PNS Ditangkap, Polisi Segera Beber Kasus

Baca juga: Serahkan Sertifikat Program PTSL, Wabup Imbau Warganya Jangan Dijadikan Agunan Kredit Konsumtif

"Sedangkan untuk berkara berkas PTSL dikenakan tarif Rp 1,5 per kavling atau seluas 200 meter persegi," beber AKBP Eko Budiarto.

EA dan RA sendiri diamankan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polresta Samarinda pada Senin (4/10/2021) lalu di Kantor Kelurahan Sungai Kapih, pukul 13.00 WITA.

"Jadi EA (Lurah Sungai Kapih) yang menjadi otak dari aksi pungli ini. RA (Makelar) yang jadi eksekutor agar aksinya tidak terlalu nampak di depan publik," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved