Breaking News:

Berita Paser Terkini

Emak-emak Kembali Datangi Polres Paser, Buntut Kasus Penipuan Berkedok Arisan Online

Kasus penipuan berkedok arisan online tak kunjung menemui titik terang di Kabupaten Paser, hingga kini para korban belum dapat pengembalian uang

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Ibu-ibu korban arisan online di Kabupaten Paser, saat ditemui usai mendatangi ruang Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Paser, menanyakan terkait perkembangan kasus penipuan berkedok arisan online yang menimpa mereka di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (12/10/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Kasus penipuan berkedok arisan online tak kunjung menemui titik terang di Kabupaten Paser, hingga kini para korban belum dapat pengembalian uang dari hasil laporan ke Polres Paser sejak 2019 lalu.

Diketahui, terdapat puluhan emak-emak yang mengalami kerugian dengan jumlah berpariatif, dari jutaan hingga ratusan juta rupiah, namun tak kunjung mendapat pengembalian uang. Selasa (12/10/2021).

Seperti halnya Vera, salah ibu rumah tangga di Kabupaten Paser, yang mengaku mengalami kerugian sebesar Rp.85 juta, yang juga sudah melaporkan kasusnya namun samapai saat ini belum dilakukan BAP.

"Kerugian saya 85 juta, karena saya ikut arisan tingkatnya beda-beda, ada yang 30 juta, 20, 17 juta dan juga ada yang lainnya," jelasnya saat ditemui di Polres Paser.

Baca juga: Belum Dijemput Polda Kaltim, Terduga Kasus Investasi Bodong Rp 70 Miliar Masih di Berau

Baca juga: Beraksi Seorang Diri, Tersangka Investasi Bodong di Balikpapan Terancam 4 Tahun Penjara

Baca juga: Kasus Dugaan Investasi Bodong 212 Mart di Samarinda, Polisi Panggil 10 Saksi Termasuk Terlapor

Ia mendatangi Polres Paser hari ini untuk menanyakan terkait laporannya yang belum dilakukan proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Serta menanyakan terkait laporan dari temannya yang terdaluhu, yaitu Umi dimana pada tahun 2019 lalu melaporkan kasusnya namun sampai saat ini blum rampung, sehingga mencari tau sajauh mana progres perkembangan kasus tersebut.

"Kasus ini sebenarnya sudah berlangsung dari 2019 namun dalam kurun waktu tersebut, pihak kepolisian sudah berkali-kali memanggil terlapor dan baru sekali terlapor memenuhi panggilan," terang Vera.

Dari hasil pertemuan yang dilakukan di ruang Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Paser, pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Baca juga: NEWS VIDEO UPDATE Kasus Penipuan Investasi Bodong EDCCash, Bareskrim Polri Masih Hitung Aset Sitaan

"Tanggapan dari Polres, katanya masih menunggu perkembangan selanjutnya, dan masih diselidiki, masih gantunglah ceritanya," jelas Vera.

Sejauh ini, tanggapan dari Porles sangat kooperatif namun sampai saat ini masih terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan alat bukti.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved