Gadis Kutim Ditemukan Meninggal

Polisi Masih Lengkapi Berkas Kasus Pembunuhan Juwana sebelum Dilimpahkan ke Kejaksaan

Hingga saat ini Polresta Samarinda masih melengkapi berkas yang diperlukan untuk menyerahkan kasus pembunuhan Julia alias Juwana ke kejaksaan.

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Rekonstruksi pembunuhan Juwana oleh Rendi di Mapolresta Samarinda, Selasa (12/10/2021) tadi siang. TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Hingga saat ini Polresta Samarinda masih melengkapi berkas yang diperlukan untuk menyerahkan kasus pembunuhan Julia alias Juwana ke kejaksaan.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Andika Dharma Sena melalui Kanit Jatanras Macan Borneo, Ipda Dovi Eudy, saat ditemui TribunKaltim.co usai kegiatan rekonstruksi kasus tersebut, Selasa (12/10/2021).

"Kami akan melengkapi berkas dan berkoordinasi dengan Jaksa. Yang terdekat kita akan lakukan tes DNA untuk memastikan korban adalah Juwana," ucap Ipda Dovi Eudy.

Dalam proses penyidikan kasus ini, ia mengatakan sudah ada 4 saksi yang telah diperiksa.

"Tapi tidak menutup kemungkinan saksi akan bertambah," imbuhnya.

Baca juga: Kotoran Ayam Ada di Dekat Jasad Juwanah Korban Pembunuhan, Tersangka Angkat Bicara

Baca juga: Pembunuhan di Samarinda, Rendi Mengaku Sempat Dua Kali Didatangi Bayangan Juwanah Saat Tidur

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Juwanah di Samarinda Terancam Hukuman Seumur Hidup

Kendati demikian, ucapnya, sejauh ini dari hasil penyelidikan tersangka masih satu orang, yakni Rendi Sardani (35).

Selain itu, ia juga membeberkan bahwa dari hasil penyelidikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda pemerkosaan yang dilakukan Rendi.

Apalagi, lanjutnya, kondisi korban ketika ditemukan sudah berbentuk kerangka, yang tidak memungkinkan untuk dilakukan visum.

"Pakaian korban juga saat ditemukan masih lengkap dan tiap lapisan berada pada posisinya masing-masing. Jadi kami meyakinkan tidak ada hubungan layaknya suami istri yang terjadi antara tersangka dan korban," bebernya.

"Jadi memang masih melengkapi berkas. Kalau sudah lengkap, kita langsung kirim ke Kejaksaan," ucapnya.

Korban Ditusuk Pisau 2 Kali Dalam Mobil

Diberitakan sebelumnya, Jajaran Reskrim Polresta Samarinda melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan Juwana (25) dengan tersangka Rendi Sardani (35) di Mapolresta Samarinda, Selasa (12/10/2021).

Dengan menampilkan 42 adegan, terkuak bagaimana cara Rendi menghabisi nyawa Julia alias Juwana dengan cara yang sadis.

Adegan dimulai saat Rendi membuat skenario dengan mengatakan akan ada costumer baru yang harus bertemu dengan korban.

Skenario tersebut dibuat lantaran Rendi ingin menguasai perhiasan dan barang milik Juwana, dan niat jahat tersebut terlihat saat Rendi menyediakan sebuah pisau yang ia selipkan di pintu mobil.

Lalu setelahnya, Rendi pergi menjemput Juwana ke rumah kontrakan yang berada di Jalan KH Anang Hasyim, Perum Kehutanan, Blok E5, RT 20, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu.

Baca juga: Hilangkan Jejak, Pelaku Mencuci Mobil di Samarinda Usai Menghabisi Nyawa Juwanah

Tersangka yang saat itu hanya berniat merampok korban lantas memiliki niat lain ketika melihat tubuh mulus korban hanya berbalut handuk di atas lutut.

Singkat cerita, tibalah mereka di Taman SMAN 1 Samarinda. Rendi yang sudah kadung bernafsu lantas mengajak korban berciuman.

Pada adegan ini, nampak Juwana yang diperankan oleh model pengganti menolak dengan menjauhkan diri dengan menyikut tersangka dengan tangan kanannya.

Tak terima ditolak dengan kasar, sang sopir perusahaan tersebut langsung memiting leher korban menggunakan tangan sebelah kiri.

Juwana yang merasa sesak lantas memberontak hingga menendang dan meretakkan kaca depan mobil yang digunakan.

Melihat Juwana kesakitan tidak membuatnya merasa iba, justru mengambil sebilah pisau yang sudah diselipkannya di pintu mobil bagian sopir, dan langsung menusuk pundak belakang sebelah kiri Juwana sebanyak dua kali.

Setelahnya, Rendi menjalankan mobil ke arah Jalan Suryanata, Samarinda Ulu sambil terus menyikut keras rahang Juwana berkali-kali.

"Itulah mengapa pipi dan rahang sebelah kanan Juwana bengkak," Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Andika Dharma Sena melalui Kanit Jatanras Macan Borneo, Ipda Dovi Eudy kepada TribunKaltim.co.

Melihat Juwana tidak lagi berdaya, Rendi mengambil seutas tali rafia berwarna hitam yang juga sudah dipersiapkan untuk mengikat kepala Juwana agar tetap bersandar di sofa mobil dan terlihat seperti orang duduk dari luar mobil.

Baca juga: Ayah Juwanah Sebut Putrinya sebagai Tulang Punggung Keluarga, Minta Pelaku Dihukum Setimpal

"Lalu pas sampai di Jalan Suryanata, tersangka (Rendi) kembali menusuk bagian dada korban (Juwana), kiri kanan masing-masing dua tusukan untuk memastikan si wanita ini sudah tidak bernyawa lagi," tuturnya.

Setelah Juwana tiada lagi bergerak, Rendi lantas menancapkan gas mobilnya ke arah Tenggarong.

Setibanya di Jalan Poros Tenggarong-Samarinda, tepatnya di Jalan AP. Mangkunegara, Kecamatan Tenggarong Seberang, Rendi turun dari mobil dan menggendong tubuh Juwana yang sudah tidak lagi bergerak lagi.

Sedikit jauh dari jalan tersebut ia menghempas begitu saja tubuh Juwana dan mengambil barang berharga yang melekat di tubuh korban.

Usai membuang tubuh Juwana, Rendi terburu-buru meninggalkan lokasi kejadian hingga sendal jepit sebelah kanan yang ia gunakan tertinggal di lokasi tersebut.

"Saya buru-buru karena itu jalur hauling. Takut ada yang lihat," ujar Rendi kepada petugas.

Setelahnya, pria 35 tahun tersebut melajukan mobil perusahaan yang ia gunakan ke arah Tenggarong dan singgah mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jalan Robert Wolter Monginsidi, Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Sempat mencuci bekas noda darah di jok depan, Rendi kembali ke lokasi tempatnya membuang korbannya untuk memastikan Juwana benar-benar sudah tidak bernyawa dan mengambil sendal miliknya yang tertinggal.

Di akhir rekonstruksi, nampak Rendi membuang sendal dan tas selempang milik Juwana ke sebuah drainase.

Ia menyebut drainase tersebut berada di Jalan Pramuka, Kota Samarinda.

Dan rekonstruksi pun berakhir pada pukul 11.45 WITA. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved