Breaking News:

Virus Corona di Nunukan

Wabup Hanafiah Sebut Tak Mudah Tangani Covid-19 di Nunukan, Banyak Pintu Masuk Tak Terawasi Maksimal

Wakil Bupati (Wabup) Nunukan Hanafiah mengatakan, tidak mudah menangani pandemi Covid-19 di perbatasan RI-Malaysia.

Editor: Rahmad Taufiq
TANGKAP LAYAR
Tangkapan layar talkshow virtual HUT ke-22 Kabupaten Nunukan dengan tema 'Bangkit Bersama Pulihkan Ekonomi', Rabu (13/10/2021) siang. 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Wakil Bupati (Wabup) Nunukan Hanafiah mengatakan, tidak mudah menangani pandemi Covid-19 di perbatasan RI-Malaysia.

Hal itu disampaikan Hanafiah dalam talkshow virtual bersama TribunKaltara dengan tema 'Bangkit Bersama Pulihkan Ekonomi'. Acara disiarkan langsung melalui kanal YouTube @Tribun Kaltara Official.

Orang nomor dua di Nunukan itu mengatakan, penanganan Covid-19 di wilayah perbatasan tidak mudah.

Hal itu lantaran banyak pintu keluar dan masuk wilayah Nunukan, yang tidak dapat terawasi dengan maksimal.

"Tidak mudah tangani Covid-19 di perbatasan. Panjang garis batas kita hampir 521 kilometer dan banyak pintu masuk tidak dapat terawasi. Sehingga banyak warga kita yang keluar masuk tanpa melalui pemeriksaan, utamanya dari segi kesehatan.

Baca juga: Usai Upacara HUT, Kepala BPJS Kaltara Serahkan 20 Kursi Roda untuk Penyandang Disabilitas di Nunukan

Baca juga: HUT ke-22 Kabupaten Nunukan, Bupati Asmin Laura Minta Masyarakat Kawal Pembangunan

Baca juga: Refocusing Anggaran Penanganan Covid-19 Tahun 2021 di Nunukan Naik Jadi Rp 80 M

Terlalu banyak pintu yang diawasi, sehingga banyak yang lolos," kata Hanafiah kepada TribunKaltara.com, melalui moderator sekaligus Manajer TribunKaltara, Sumarsono.

Bahkan, kata dia, beberapa kapal dari luar Kabupaten Nunukan juga masuk tanpa melalui pemeriksaan.

"Saking banyaknya pintu masuk, ada juga kapal dari Sulawesi dan tempat lain yang masuk ke Nunukan tanpa melalui pemeriksaan. Ini jadi perhatian kita, karena Nunukan jadi tempat perlintasan warga dari tempat lain menuju negara tetangga atau sebaliknya," tambah Hanafiah.

Hanafiah mengaku, dalam waktu dekat ini Nunukan akan menerima lagi deportan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia.

Hal itu, kata Hanafiah, membuat pihaknya harus lebih ketat dalam melakukan pemeriksaan, saat ketibaan PMI melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved