Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Nasib Dua Polisi Terdakwa Pembunuh Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek, Didakwa Pasal Penganiayaan

Nasib dua polisi terdakwa pembunuh laskar khusus FPI di tol Jakarta-Cikampek, dijerat pasal penganiayaan.

Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Komnas HAM memeriksa kondisi mobil polisi yang membawa laskar khusus FPI 

TRIBUNKALTIM.CO - Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohorella menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Diketahui, keduanya merupakan terdakwa kasus unlawful killing atau pembunuhan di luar hukum yang menewaskan laskar khusus Front Pembela Islam ( FPI).

Diketahui, peristiwa ini menewaskan 6 orang laskar khusus FPI.

Peristiwa tersebut terjadi di Tol Jakarta-Cikampek.

Saat itu para laskar khusus FPI ini dikabarkan sedang mengawal Habib Rizieq Shihab..

Baca juga: Aziz Yanuar Beber 7 Indikator Bahaya Medsos Facebook,Buntut FPI dan Habib Rizieq Masuk Daftar Hitam

Baca juga: Terbongkar Detik-Detik Irjen Napoleon Bisa Aniaya Muhammad Kece, Tukar Gembok, Dibantu Eks Bos FPI

Baca juga: Update Nasib Kasus Munarman, Polisi Sebut Eks Sekjen FPI Terlibat Terorisme Jamaah Ansharut Daulah

Peristiwa ini pun menjadi sorotan lantaran mulanya disebut-sebut sebagai pelanggaran HAM berat.

Dilansir dari Kompas.com, Jaksa penuntut umum (JPU) membacakan surat dakwaan untuk Briptu Fikri Ramadhan, terdakwa kasus dugaan tindak pidana pembunuhan di luar hukum ( unlawful killing) terhadap empat laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (18/10/2021).

Briptu Fikri didakwa melakukan penganiayaan yang menyebabkan kematian empat laskar FPI.

"Akibat perbuatan terdakwa melakukan penganiayaan secara bersama-sama dengan saksi Ipda Mohammad Yusmin Ohotella serta Ipda Elwira Priadi Z, mengakibatkan matinya Andi Oktiawan, Faiz Ahmad Syukur, Lutfil Hakim, Akhmad Sofiyan, M Reza, dan Muhammad Suci Khadavi Poetra," kata jaksa.

Jaksa menyatakan, perbuatan Fikri merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 351 Ayat (3) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved