Berita Malinau Terkini
Ketua DPRD Malinau Ping Ding Tawarkan Strategi Sederhana Jamin Serapan Karya Pengrajin Daerah
Peran perempuan dalam upaya pemulihan ekonomi daerah dinilai memiliki peran besar dalam upaya penanganan Covid-19
TRIBUNKALTIM.CO,MALINAU- Peran perempuan dalam upaya pemulihan ekonomi daerah dinilai memiliki peran besar dalam upaya penanganan Covid-19.
Ketua DPRD Malinau, Ping Ding mengatakan organisasi perempuan adalah, satu dari sekian elemen yang berperan aktif dalam upaya menjaga stabilitas perekonomian daerah di masa pandemi.
Hal tersebut menurutnya dapat dilihat dari aspek peran serta organisasi wanita dalam upaya memasarkan produk lokal dan kerajinan tangan daerah.
"Peran organisasi wanita, salah satu yang banyak berkontribusi dalam upaya penanganan pandemi di daerah. Termasuk dalam usaha memulihkan ekonomi," ujarnya, Rabu (27/10/2021).
Peran serta organisasi di daerah memiliki fungsi edukasi kepada masyarakat, seperti gerakan penyadaran protokol kesehatan.
Baca juga: Tak Ada Lagi Desa Sangat Tertinggal, Bupati Sebut Kado HUT 22 Malinau
Baca juga: Kabupaten Malinau Genap 22 Tahun, Ketua DPRD Beber Ekonomi Kerakyatan Solusi Pulih dari Pandemi
Baca juga: 4 Desa Naik Status Hasil IDM 2021, Desa Mandiri di Malinau Bertambah Jadi 13 Desa
Dari segi pemasaran, saat ini menurutnya sedang gencar-gencarnya dilakukan promosi mandiri, baik melalui organisasi maupun individu.
Ping Ding mencontohkan, masyarakat, ASN atau pejabat publik yang secara konsisten mengenakan produk lokal merupakan pola pemasaran yang terbukti efektif.
"Dengan menggunakan produk lokal, sebenarnya itu bentuk promosi. Memang sepele, tapi ini efektif.
Contohnya kita pakai aksesoris buatan pengrajin lokal, tas atau kalung daerah. Itu dilihat orang, jadi kita secara tidak langsung turut terlibat membantu memasaran," katanya.
Baca juga: Butuh 20 Sampel Positif, Uji Validasi Lab PCR Malinau Pinjam Spesimen Covid-19 Asal Nunukan
Menurut Ping Ding, menggunakan karya pengrajin dan produk lokal adalah bentuk dukungan terhadap peningkatan ekonomi untuk penguatan ekonomi daerah. (*)