Breaking News:

Berita Paser Terkini

Permudah Pengangkutan Sampah dan Sedot Tinja, DLH Paser Sosialisasi SiPaPah GanTeng

Dalam rangka 2 tahun penerapan aplikasi Sistem Informasi Pengaduan Sampah dan Gangguan Tentang Lingkungan (SiPaPah GanTeng) DLH Paser

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Sosialisasi Sistem Informasi Pengaduan Sampah dan Gangguan Tentang Lingkungan (SiPaPah GanTeng) yang dilakukan oleh seluruh jajaran DLH Paser yang berlangsung di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser, Jumat (29/10/2021).TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM 

TRIBUNKALTIM.CO,TANA PASER- Dalam rangka 2 tahun penerapan aplikasi Sistem Informasi Pengaduan Sampah dan Gangguan Tentang Lingkungan (SiPaPah GanTeng) DLH Paser kembali mensosialisasikan aplikasi tersebut.

Sosialisasi ini dipimpin oleh Plt Kepala DLH Paser Abdul Basyid, diikuti seluruh jajarannya yang berlangsung di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser, Jumat (29/10/2021).

Basyid menyebutkan, aplikasi SiPaPah GanTeng ini bertujuan untuk memudahkan pengaduan sampah serta gangguan lingkungan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

"Aplikasi ini memuat layanan jemputan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan sedot tinja bagi masyarakat serta publikasi dan informasi seputar lingkungan," terangnya.

Baca juga: Kapolda Kaltim Harapkan Semua Pihak Bersinergi Tingkatkan Capaian Vaksinasi di Kabupaten Paser

Baca juga: Generasi Milenial Puji Keindahan Gunung Boga di Kabupaten Paser, Cocok untuk Instagramable

Baca juga: SKK Migas Beber Alasan Beri Insentif 2 Perusahaan Migas di Kalimantan Timur

Dalam pelaksanaannya, DLH Paser bekerjasama dengan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Paser terkait kebersihan lingkungan dan taman.

Sebelumnya, aplikasi SiPaPah GanTeng hanya diperuntukkan untuk perorangan, namun kini, di aplikasi itu juga memuat layanan pelaporan lingkungan bagi pelaku usaha.

“Jadi pelaporan tidak secara fisik (buku) lagi, kedepan laporan lingkungan oleh perusahaan melalui aplikasi, dengan aplikasi ini kami ingin meningkatkan pelayanan pelaporan keadaan lingkungan, sehingga pelaporan cepat," jelas Plt Kepala DLH Paser.

Disisi lain, selaku inovator aplikasi SiPaPah GanTeng Hendrik Latif menerangkan, sebelum beralih ke aplikasi, pelaporan mengenai gangguan lingkungan dilakukan melalui telepon maupun permohonan langsung ke kantor DLH Paser.

"Hal ini membuat layanan menjadi terlambat dan menimbulkan keluhan bagi masyarakat," katanya.

Munculnya inovasi tersebut dilatarbelakangi dari tingginya angka pengaduan masyarakat tentang gangguan lingkungan yang mencapai lebih 24 kasus per tahunnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved