Breaking News:

Berita Kukar Terkini

TP PKK Kukar Tunjuk KWT Anggrek Desa Margahayu Ikuti Lomba Hatinya PKK Tingkat Provinsi

TP PKK Kukar mengikutsertakan Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu untuk mewakili lomba Halaman Asri Teratur Indah

Penulis: Aris Joni | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI
Ketua Pokja 3 TP PKK Kukar, Imam Pranawa Utama saat melakukan kunjungan ke TP PKK Desa Margahayu.TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI 

TRIBUNKALTIM.CO,TENGGARONG - TP PKK Kukar mengikutsertakan Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu untuk mewakili lomba Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (Hatinya) PKK tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada November mendatang.

Sementara, untuk persiapan pemberkasan pendaftaran telah berakhir pada Rabu, (3/11/2021) kemarin.

Tak hanya itu, pada Jumat, (29/10/2021) lalu, Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kukar berkunjung ke TP PKK Desa Margahayu.

Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Disketapang Kukar, Sri Novi Hartati menjelaskan, kunjungannya ke desa Margahayu beberapa waktu lalu sebagai bentuk dalam perjanjian kerjasama dengan TP PKK Kukar, terkait peningkatan pangan dan gizi keluarga.

Untuk itulah,  mendukung program Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (Hatinya) dalam mempersiapkan lomba ini.

Baca juga: Lahan Digarap Tambang Illegal, Kepala Pusrehut Unmul di Kukar Lapor Gakkum

Baca juga: Menang Tipis dari Mitra Kukar, Suntikan Penyemangat Buat PSBS Biak ke Depan

Baca juga: Dirut PDAM Tirta Mahakam Sebut Peran Dunia Usaha Bantu Percepatan Air Bersih di Kukar Sangat Penting

"Kami mengharapkan pihak desa dan masyarakat Margahayu bisa mendukung kegiatan ini supaya bisa sukses dan lancar sampai selesainya lomba ini. Tak sebatas perlombaan, namun harus berkelanjutan," kata Novi. Kamis, (4/11/2021).

Novi meminta setiap halaman rumah ditanami tanaman guna pemenuhan pangan dan gizi keluarga.

Selain sayur-sayuran ucap Novi, juga ditanami Tanaman Obat Keluarga (Toga) seperti jahe dan serai dalam membentengi diri dari wabah Covid-19.

Dari Toga kata dia, banyak khasiat dihasilkan seperti membuat jamu untuk menambah kekebalan imun. Dari dulu memang diharapkan minum jamu, minuman herbal tradisioanl itulah yang harus dilestarikan.

“Jika terus dikembangkan, mudah-mudahan bisa meningkatkan penghasilan dan pendapatan apalagi ditengah kondisi pandemi,” ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved