Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Nunukan Terkini

Tabung Elpiji di Krayan Nunukan Langka, Solusinya Warga Beli Kayu Bakar Buat Masak

Tabung Elpiji di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, dikabarkan langka.

Tayang:
Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIANUS FELIS
Serah terima logistik antara Koperasi Ba' Kelalan Lawas Berhad dengan Koperasi Produsen Mitra Utama Kaltara, di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara belum lama ini. 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Tabung Elpiji di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, dikabarkan langka.

Kelangkaan itu terjadi selama dua bulan belakangan ini.

Hal itu membuat warga di Krayan kembali menggunakan kayu bakar untuk kebutuhan memasak.

Bahkan, kayu bakar itu terpaksa dibeli oleh masyarakat dengan harga Rp 700 ribu per kubik.

Baca juga: Distribusi Tabung Elpiji 3 Kg di Nunukan Dinilai Tak Tepat Sasaran, Antre Berjam-jam Malah Tak Dapat

Baca juga: Disperindagkop Kaltara Sebut Krayan Akan Kedatangan 1.000 Tabung Elpiji Dari Malaysia

Baca juga: Karut Marut Distribusi Tabung Elpiji 3 Kg, Antrean Warga Nunukan Panjang di Kantor Lurah

Untuk tabung Elpiji sudah tidak ada yang beredar selama dua bulan ini. Masyarakat di sini (Krayan) mulai kembali gunakan kayu bakar untuk masak.

"Bahkan ada yang terpaksa beli kayu bakar seharga Rp700 ribu per kubik. Tidak ada pilihan lagi," kata Camat Krayan, Haberly kepada TribunKaltara.com, melalui telepon seluler, Senin (22/11/2021) sore.

Menurut Haberly, selama ini pasukan tabung Elpiji mereka dapatkan dari Pertamina di Tarakan.

Namun, sejak pesawat yang biasa digunakan untuk memasok tabung gas Elpiji rusak, sehingga distribusi jadi terhenti.

Baca juga: Danlanal Nunukan Baru Siap Awasi Ketat Perbatasan RI-Malaysia di Perairan Sei Ular

Sebagai alternatifnya, kata Haberly, pemerintah sudah mengajukan permohonan 1.000 tabung Elpiji berukuran 14 Kg ke negeri jiran, Serawak Malaysia.

Tabung Elpiji yang kosong dari masyarakat ada sebanyak 1.000 tabung, yang sudah dikirim ke Serawak.

"Jika Kerajaan Serawak sudah setujui, maka akan dikirim bersamaan logistik lainnya di penghujung bulan November ini," ucapnya.

Lanjut Haberly, harusnya pengiriman Tabung Elpiji itu sudah di awal November, bersamaan pengiriman ratusan logistik dari Serawak.

Baca juga: Bocah 8 Tahun Diculik dan Ditukar Tabung Elpiji 3 Kg, Ditarik saat Sedang Bermain

"Karena ada kendala soal perizinan, sehingga tidak bisa," tambahnya.

Untuk harga tabung Elpiji 14 Kg itu kata Haberly sebesar Rp 550 ribu per tabung. Harga itu kata dia termasuk murah.

"Harga itu termasuk murah. Karena baru saja pengadaannya ini. Sebelum Malaysia lockdown, harga Elpiji hanya Rp 220 ribu. Kalau dari Tarakan kita dapatkan harga Rp 190 ribu, itupun ukurannya agak kecil," ungkapnya.

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved