Berita Berau Terkini
Jalur Pariwisata Berau Diharapkan Satu Pintu, Minimalisasi Jalur Langsung dari Tarakan
Wakil Bupati Berau, Gamalis memastikan segera melakukan pembahasan regulasi sistem satu pintu masuknya wisatawan ke Kabupaten Berau.
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Wakil Bupati Berau, Gamalis memastikan segera melakukan pembahasan regulasi sistem satu pintu masuknya wisatawan ke Kabupaten Berau.
Menurutnya, hal itu dianggap perlu agar tidak dirugikan terutama dari segi ekonomi masyarakat.
Ia menjelaskan sebenarnya keinginan wisatawan lebih memilih lewat jalur Tarakan dibanding daerah sendiri.
Itu merupakan pilihan masing-masing pengunjung wisata ke pulau-pulau di Berau. Hal itu sifatnya tak bisa dipaksakan, karena hak personal.
"Sebenarnya ini kan masalah pilihan. Karena itu kan pilihan dari masing-masing wisatawan mau lewat Berau atau Tarakan," ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Selasa (23/11/2021).
Baca juga: Optimistis Wisata Berau Bangkit dengan Persyaratan, Hanya Menggunakan Antigen
Baca juga: Tahun 2020 Sektor Pariwisata Berau Raup PAD Rp 23 M, Kadisbudpar Targetkan Naik Tahun Ini
Baca juga: Bertemu KSP, Bupati Sri Juniarsih Sampaikan Perkembangan Pariwisata Berau
Ia juga mempertanyakan terkait bagaimana dengan Berau, ketika wisatawan berkunjung ke pulau-pulau yang sejatinya adalah wilayah Bumi Batiwakkal.
Kemudian belum lagi tour besar ataupun speedboat yang digunakan bukan milik lokal sendiri. Tentu salah satu yang merugikan bagi di daerah.
Dijelaskan Gamalis, hal yang harus dilakukan Pemkab Berau adalah membuat regulasi sistem satu pintu.
Jadi seluruh speedboat mau dari manapun itu, misalnya ditunjuk adalah Pelabuhan Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan. Bisa dipastikan speedboat-speedboat lokal di Berau akan terpakai.
"Jadi speedboat Tarakan itu sebaiknya tidak nyelonong begitu saja masuk ke pulau maratua maupun ke derawan. Jadi dari Tarakan ke Tanjung Batu dulu. Bongkar muat di sana. Jadi terpakai speedboat kita," jelasnya.
Baca juga: Masuk Daftar Destinasi Prioritas Baru, Pulau Derawan Jadi Sasaran Pengamanan Destinasi Wisata Berau
Jika memang wacana regulasi sistem satu pintu ini sudah sejak lama dicanangkan tapi sejauh ini belum dijalankan. Diakui Gamalis persoalannya sampai saat ini belum ada implementasi nyatanya.
"Regulasi boleh ada, tinggal jalankan action-nya yang harus kita tuntut hari ini gitu loh," tegasnya.
Menurutnya sama seperti halnya di Pulau Derawan. Mestinya, wisatawan diturunkan di pelabuhan induk. Bukan dimasing-masing resort.
"Padahal sepanjang jalan bisa langsung melihat pernak pernik yang dijual warga setempat. Harapannya kan ekonominya bisa berputar di situ," katanya.
Selain adanya regulasi, pengawasan di lapangan juga dinilai penting untuk menerapkan satu pintu ini. Kata Gamalis, hal yang perlu dilakukan adalah bekerjasama dengan pihak-pihak kampung setempat.
Baca juga: Paparkan Keindahan Pariwisata Berau, Bupati Sri Juniarsih Harapkan Makin Dikenal hingga Mancanegara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pulau-derawan-9292822.jpg)