Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Ribuan Buruh di Tarakan Turun ke Jalan, Serikat Pekerja Tuntut UMK Naik Rp 50 Ribu Atau 1,9 Persen

Setelah Senin (22/11/2021) pertemuan dilakukan di Kantor Disnaker Kota Tarakan, hari ini Selasa (23/11/2021) ribuan buruh turun ke jalan

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ANDI FAUSIAH
Aksi buruh turun ke jalan memperjuangan kenaikan UMK Tarakan tahun 2022 mendatang, Selasa (23/11/2021).TRIBUNKALTIM.CO/ANDI FAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO,TARAKAN- Pembahasan UMK Kota Tarakan masih berlanjut. Setelah Senin (22/11/2021) pertemuan dilakukan di Kantor Disnaker Kota Tarakan, hari ini Selasa (23/11/2021) ribuan buruh turun ke jalan melakukan aksi damai.

Dalam pertemuan pada Senin kemarin, menyoal PP Nomor 36 Tahun 2021 yang lahir dari hasil UU Cipta Kerja, menjadi soal yang dibahas bersama serikat pekerja Kota Tarakan bersama Disnaker Kota Tarakan, Apindo yang tergabung dalam Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Tarakan.

Kegiatan pembahasan UMK dimulai sekitar pagi tadi sampai pukul 16.00 WITA deadlock pembahasan tidak mencapai kesepakatan.

Dari pihak Disnaker kekeuh tetap akan menjalankan regulasi yang ada yakni menjalankan PP Nomor 36 Tahun 2021, tentang Pengupahan dan dari serikat pekerja menilai keberadaan PP tersebut sangat menyengsarakan.

Baca juga: UMP 2022 Kaltara Naik, Penetapan Upah Minimum Kabupaten Malinau Dijadwalkan Kamis Ini

Baca juga: Upah Minimum Kabupaten PPU Tahun 2022 Naik, tapi Nilainya Kecil

Baca juga: Biaya Hidup Tinggi, Serikat Pekerja di Malinau Minta Upah Minimum 2022 Naik 10 Persen

Hari ini pada 23 November 2021, serikat buruh akan melakukan aksi turun ke jalan.

“Tadi malam kami rapat. Tetap pada aksi, artinya aksi bukan semata-mata mendorong Wali Kota untuk menabrak regulasi, tidak begitu. Kami hanya meminta agar pusat melek dengan kondisi di daerah,” ujar Rudy Ketua DPC SP Kahutindo.

Sehingga lanjutnya, pada dasarnya pengurus sudah paham dengan regulasi yang diturunkan. Bahkan Kementerian sudah dianggap mengancam, seandainya wali kota atau gubernur menetapkan di luar ketentuan maka akan disanksi.

“Seperti itulah. Kami tetap aksi, kami hanya ingin aksi damai. Kami masih ada berharap itu berubah. Kami tidak minta banyak,” bebernya.

Aksi demo damai sudah dimulai pukul 08.00 WITA dan di titik kumpul yakni GTM lalu menuju Kantor Pemkot Tarakan.

Sampai pukul 20.00 WITA hari ini, belum ada hasil kesepakatan yang didapati dari pertemuan bersama Wali Kota Tarakan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved