Breaking News:

Berita Berau Terkini

UMK 2022 Berau Belum Bisa Ditetapkan, Rencana Menggunakan Formula Sesuai Aturan

UMK Berau belum ditetapkan, sebab pembahasan belum dilaksanakan dan Berau belum terima SK Upah Minimum Provinsi atau UMP Kaltim yang telah ditetapkan

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Kepala Seksi Pengupahan dan Jamsos Ketenagakerjaan, Disnakertrans Berau, Andi Asmar. TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Upah Minimum Kabupaten atau UMK Berau belum ditetapkan, sebab pembahasan belum dilaksanakan dan Berau belum terima SK Upah Minimum Provinsi atau UMP Kaltim yang telah ditetapkan.

Kepala Seksi Pengupahan dan Jamsos Ketenagakerjaan, Disnakertrans Berau, Andi Asmar mengakui pihaknya sudah memberikan undangan kepada utamanya Apindo dan Serikat Buruh Berau, dan yang tergabung dalam dewan pengupahan, untuk merundingkan UMK tahun 2022 ini.

Kendati penetapan UMK tahun 2022 saat ini diakui Asmar berbeda dibanding tahun sebelumnya, dan penetapan UMK 2022 pun mengacu pada Undang-undang (UU) No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah (PP) No 36 Tahun 2021 tentang pengupahan.

“Tahun ini penetapan menggunakan aturan yang telah ditetapkan, dan menggunakan formulasi, biasanya kan ada perundingan antara Apindo dan serikat buruh,” bebernya kepada Tribunkaltim.co, (23/11/2021).

Adapun formulasi yang dimaksud yakni perhitungan berbasis data dari BPS yang ditetapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Contohnya berupa konsumsi per kapita dan inflasi daerah.

Baca juga: UMK Berau Tertinggi di Kalimantan Timur, Segini Rata-rata Gaji Karyawan di Kabupaten Berau

Baca juga: Tertinggi di Kaltim, UMK Berau Rp 2,8 Juta

Baca juga: Waduh, Sampai Hari Ini UMK Berau Belum juga Disepakati

Pihaknya belum bisa memberikan kapan keputusan pasti pembahasan UMK, namun Asmar mengakui paling lambat di tanggal 30 November, angka pasti dari UMK 2022 sudah harus disetujui oleh provinsi. Terkait Upah Minimum Sektoral juga masih belum dikembalikan lagi di tahun 2022.

Asmar tidak bisa memprediksi UMK 2022 apakah akan meningkat atau malah tetap. Tetapi dilihat dari beberapa tahun terakhir UMK Berau terus mengalami kenaikan.

Yakni di tahun 2018 UMK Berau sebesar Rp 2.889.009 meningkat di tahun 2019 sebesar Rp 3.120.000. Meningkat kembali di tahun 2020 yakni Rp 3.386.593 dan terakhir di tahun 2021 meningkat juga sebesar Rp 3.412.331.

Sementara itu baru-baru ini, UMP telah ditetapkan dengan penambahan 1,11 persen untuk 2022 mendatang. Terdapat kenaikan UMP dari yang sebelumnya Rp 2.981.379 menjadi Rp 3.014.497 dengan total kenaikan Rp 33.118.

“Kalau sesuai aturan nanti, memang tidak dianjurkan untuk tawar menawar. Kami harap tentu pembahasan juga berjalan dengan kondusif,” tegasnya.

Baca juga: Duh, Pembahasan UMK Berau 2016 Bakal Molor Lagi

Asmar menjelaskan, beberapa tahun sebelumnya, dewan pengupahan melakukan studi kebutuhan hidup layak (KHL) yang beranggotakan pengusaha, buruh, serta pemerintah untuk melakukan survei harga sebagai dasar KHL.

Survei KHL sendiri memiliki 64 komponen, terbagi seperti komponen konsumsi, pendidikan, perumahan dan kesehatan.

“Tentu harapan kami juga agar peningkatan bisa terjadi, melihat Berau juga tiap tahunnya selalu ada kenaikan,” tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved