Breaking News:

Virus Corona di Balikpapan

Jelang Natal dan Tahun Baru, Objek Wisata di Balikpapan Diminta Terkoneksi Aplikasi PeduliLindungi

Tiga kategori fasilitas umum menjadi prioritas utama penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebelum 24 Desember 2021. Ketiganya adalah pusat perbelanjaan

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Kepala Bidang Keamanan dan Penegakan Hukum Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan, Zulkifli tengah melakukan scan barcode saat memasuki Mal Plaza Balikpapan. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Tiga kategori fasilitas umum menjadi prioritas utama penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebelum 24 Desember 2021.

Ketiganya adalah pusat perbelanjaan dan hiburan, perkantoran pemerintah atau instansi swasta, serta objek wisata di Kota Balikpapan.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Keamanan dan Penegakan Hukum Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan, Zulkifli.

"Aplikasi PeduliLndungi sebenarnya akan kita terapkan di seluruh tempat dan fasilitas umum, hanya secara bertahap. Ini kita mulai di mal yang siap lebih dulu," ujarnya, Jumat (26/11/2021).

Kebijakan penggunaan aplikasi PeduliLindungi dilakukan untuk mengantisipasi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Baca juga: Penerapan Aplikasi PeduliLindungi di Pemkot Samarinda, Komisi I Yakin tak Hambat Pelayanan Publik

Baca juga: PCR di Labkesda Balikpapan Siap Beroperasi, Hasil Pemeriksaan Terdaftar di PeduliLindungi

Kendati demikian, penerapannya dilakukan secara bertahap. Sebab, untuk mendapatkan barcode aplikasi PeduliLindungi harus melalui Kementerian Kesehatan.

Untuk itu, Satgas Covid-19 Kota Balikpapan mengharapkan seluruh fasilitas umum di Kota Minyak saat ini juga bisa terkoneksi dalam sistem aplikasi tersebut.

“Jadi yang prioritas pusat perbelanjaan, perkantoran pemerintahan dan pariwisata dalam menghadapi Nataru itu yang kita wajibkan,” kata Zulkifli.

Selain itu, lanjutnya, Tempat Hiburan Malam (THM) dan restoran juga diproyeksi untuk bisa menerapkan aplikasi PeduliLindungi. Ia mengatakan, ke depannya akan menjadi wajib.

Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya mengaku sudah melakukan komunikasi dan berkordinasi dengan Ketua Asosiasi THM di Kota Balikpapan.

"Dua hari lalu sudah saya hubungi secara lisan, dan minta juga mempersiapkan. Tidak ada yang keberatan, jadi semuanya siap. Nanti kita mengundang secara khusus pengelola THM," jelasnya.

Baca juga: Masuk Mal di Balikpapan Pakai Aplikasi PeduliLindungi, Anak di Bawah Umur Harus Penuhi Syarat Ini

Adapun alasan diterapkannya kebijakan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di ruang publik tidak terlepas dari capaian vaksin yang sudah di angka 95 persen.

Menurutnya, tidak ada alasan untuk tidak menerapkan kebijakkan tersebut. Karena sekitar 95 persen warga Kota Balikpapan telah divaksinasi. Hanya saja penerapannya dilakukan bertahap.

Satgas Covid-19 Kota Balikpapan melalui Dinas Kesehatan Kota juga berkomitmen akan membimbing untuk penerapan sistem aplikasi PeduliLindungi.

“Tidak ada alasan untuk tidak siap karena warga kita sudah vaksin hampir 95 persen, jadi harus kita terapkan,” ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved