Berita Kaltim Terkini
Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK Soroti Infrastruktur Rusak, Pemprov Angkat Suara
Pembangunan tersebut seperti Jalan Poros Samarinda-Bontang dan beberapa jalan yang dimiliki pemerintah pun segera diperbaiki
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Beberapa infrastruktur penunjang di Kalimantan Timur menjadi sorotan DPRD Kaltim.
Pembangunan tersebut seperti Jalan Poros Samarinda-Bontang dan beberapa jalan yang dimiliki pemerintah pun segera diperbaiki.
Demikian diutarakan oleh Ketua Makmur HAPK, Minggu (28/11/2021), menyebut beberapa infrastruktur yang rusak harus diperhatikan pada tahun depan.
Terlebih berdasarkan pandangan-pandangan fraksi pada Jumat (26/11/2021), bisa menjadi catatan Pemerintah dalam menargetkan pembangunan apa yang bisa dilakukan tahun depan.
Baca juga: Usai Berkonsultasi dengan Kemendagri, Komisi I DPRD Kaltim Sebut Makmur HAPK Masih Sah Jadi Ketua
Baca juga: Makmur HAPK Tetap Ketua DPRD Kaltim, Wakil Ketua Samsun Sebut Kegiatan Dewan Tetap Berjalan Normal
Baca juga: Takut Tersandung Masalah Hukum Terkait Pergantian Makmur HAPK. DPRD Kaltim Minta Saran Kemendagri
"Yang kami soroti, kemudian yang menyangkut infrastruktur, hajat hidup orang banyak ini menjadi perhatian," ucap Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK.
Tidak hanya infrastuktur, beberapa fokus harus dilakukan pemerintah tahun depan.
Ia meminta agar kesehatan dan pendidikan pun juga lebih diperhatikan pemerintah pada tahun 2022.
"Pada dasarnya yang dijawab pemerintah merupakan jawaban dari Fraksi. Termasuk meliputi tertib anggaran, silpa, infrastruktur, kesehatan pendidikan," ucapnya.
Baca juga: Aorda Kaltim ke Kantor Gubernur dan Dewan: Pergantian Ketua DPRD Makmur HAPK Dinilai Cacat Hukum
Sementara itu, Asisten III Pemprov Kaltim, Fathul Halim mengatakan pembangunan fasilitas kesehatan tersebut dijamin akan selesai akhir tahun.
Pembangunan kedua rumah sakit itu baru hanya pembangunan fisik saja. Sedangkan untuk sarana dan prasarana akan dibangun pada tahun depan.
Sementara untuk rumah sakit lain yang dimiliki Pemprov Kaltim hanya perlu perbaikan dan pembenahan sarana serta prasarana yang ada.
"Yang jelas semua RS berjalan, bukan hal baru, hanya gedung baru, sapras ditambah dari yang sudah ada," ucapnya.
Baca juga: Isu Gratifikasi Landa Pergantian Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK: Jangan Jualbeli Jabatan
Terkait isu Multiyears Contract (MYC) terkait pembangunan RS AW Sjahranie, Fathul Halim menegaskan akan dibangun tahun depan.
Hanya saja pembangunan itu hanya sekadar meningkatkan kualitas sarana dan prasarana rumah sakit.
"Target 2022 saya lupa pastinya, tapi target pembangunan tahunan, tidak MYC saya lupa rincinya. Nah spengembangan yang sudah ada, renovasi," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/proyek-gagal-di-kaltim.jpg)